Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Tuesday, November 25, 2014

artikel penyakit PES (Pasteurella pestis)

SEJARAH

Sejarah mencatat kutu dari tikus-tikus Asia (Xenopsylla cheopis) penyebab penyakit PES telah menyebabkan wabah di negara-negara barat pada abad ke-XIV dan dikabarkan 25 ribu orang terkena penyakit tersebut.

Hospes Definitif

manusia

Hospes Reservoir 

hewan-hewan rodent (tikus,kelinci, tupai)

PENYAKIT PES DISEBABKAN

  • Kuman/bakteri Yersinia pestis (Pasteurella pestis).
  • Kuman berbentuk batang, ukuran 1,5-2X0,5-0,7 mikron.
  •  Bersifat bipolar, non motil, non sporing.
  • Pada suhu 28°C merupakan suhu optimun tetapi kapsul terbentuk tidak sempurna.
  • Pada suhu 37°C merupakan suhu yang terbaik bagi pertumbuhan bakteri tersebut.

PENGGOLONGAN PENYAKIT PES

  1. PES Bubo (Pembengkakan kelenjar)
  2. PES Paru

GEJALA KLINIK

PES BUBO
  1. Demam tinggi
  2. Tubuh menggigil
  3. Perasaan tidak enak
  4. Nyeri otot
  5. Sakit Kepala hebat
  6. Pembengkakan kelenjar lipat paha, ketiak, dan leher (bubo sebesar buah duku bentuk oval dan lunak, serta nyeri)
  7. Pembengkakan kelenjar limpa
PES Paru (Pneumonik)
  1. Batuk hebat
  2. Air liur berdarah
  3. Susah bernafas
  4. Sesak nafas

DIAGNOSIS

Dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

1. Diagnosis lapangan :

Diagnosis di lapangan ditemukan adanya tikus mati tanpa sebab-sebab yang jelas (rat fall) di daerah fokus PES atau bekas fokus PES.

2. Diagnosis Klinis :
Adanya demam tanpa sebab-sebab yang jelas (FUO = Fever Unkwon Origin). Timbul bubo (pembengkakan kelenjar) sebesar buah duku pada leher/ ketiak/ selangkangan. Batuk darah mendadak tanpa tanpa gejala yang jelas sebelumnya.

3. Diagnosa Laboratorium :

Spesimen yang diperiksa adalah serum, yang berasal dari: • Rodent (tikus) • Manusia • Species hewan lain seperti anjing,kucing

PENGOBATAN

Streptomycine

Dengan dosis 3 gram/hari (IM) selama 2 hari, kemudian dikurangi dosis selama 5 hari , setelah panas hilang dilanjutkan dengan pemberian :

Tetracycline

4-6 gram/hari selama 2 hari berturut-turut, kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut atau

Chloramphenicol 

6-8 gram/hari selama 5 hari berturut –turut, kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut.

PENCEGAHAN
  • Terhadap lingkungan hidup digunakan larutan minyak tanah, Diazinon, Lindane 1%, bubuk (1 nertdust), Malathion 10%, triklofin 1%.
  •  Dilakukan melalui penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
  • Mencegah terjadinya kontak dengan tikus serta pinjalnya.



Mekanisme kerja obat Antasida dan interaksinya

Mekanisme kerja:

Menetralkan asam lambung dengan cara meningkatkan pH lumen lambung.
Contoh Sediaan: Aluminium Hidroksida, Al Oksida, Magnesium Karbonat, Mg Trisilikat, Mg Oksida, Mg Hidroklorida, Natrium Karbonat, Bismuth Subnitrat, Bismuth Subsitrat, Kalsium Karbonat.

Indikasi : 

Digunakan untuk pengobatan tukak lambung, dispepsia, Peptic Ulcer Disease (PUD) yaitu penyakit yang disebabkan cedera inflamasi di mukosa lambung atau duodenum, dengan ekstensi luar submukosa ke dalam mukosa muskularis.

Dosis:

Antasida ↑ pH lambung → pengosongan lambung lebih cepat → efek dari antasida berlangsung cepat → efek antasida pendek → dibutuhkan dosis yang lebih besar.
  • MgOH3 diberikan hingga 1 g sehari
  • CaCO3 diberikan 1,5 g sehari

Interaksi Obat Antasida

  • Antasida dapat menurunkan penyerapan efek beberapa obat karena mempercepat pengosongan asam lambung.
  • Antasida juga dapat meningkatkan efek beberapa obat karena mengubah keasaman air kemih sehingga ada beberapa obat yang diserap lagi oleh tubuh.





Siklus Hidup Cacing Filaria penyebab filariasis

Siklus hidup cacing Filaria terjadi melalui dua tahap, yaitu:

1. Tahap pertama, perkembangan cacing Filaria dalam tubuh nyamuk sebagai vector yang masa     pertumbuhannya kurang lebih 2 minggu.
2. Tahap kedua, perkembangan cacing Filaria dalam tubuh manusia (hospes) kurang lebih 7    bulan.

Siklus hidup cacing Filaria dalam tubuh nyamuk

Siklus hidup pada tubuh nyamuk terjadi apabila nyamuk tersebut menggigit dan menghisap darah orang yang terkena filariasais, sehingga mikrofilaria yang terdapat di tubuh penderita ikut terhisap ke dalam tubuh nyamuk. Mikrofilaria yang masuk ke paskan sarung pembungkusnya, kemudian mikrofilaria menembus dinding lambung dan bersarang di antara otot-otot dada (toraks).

Bentuk cacing Filaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Dalam waktu kurang lebih 1 minggu, larva ini berganti kulit, tumbuh akan lebih gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. Pada hari ke sepuluh dan seterusnya, larva berganti kulit untuk kedua kalinya, sehingga tumbuh semakin panjang dan lebih kurus, ini yang sering disebut larva stadium III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif, sehingga larva mulai bermigrasi (pindah), mula-mula ke rongga perut (abdomen) kemudian pindah ke kepala dan ke alat tusuk nyamuk.

Perkembangan filaria dalam tubuh manusia

Siklus hidup cacing Filaria dalam tubuh manusia terjadi apabila nyamuk yang mengendung mikrofilaria ini menggigit manusia. Maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (larva stadium III) secara aktif ikut masuk ke dalam tubuh manusia (hospes).

Bersama-sama dengan aliran darah pada tubuh manusia, larva keluar dari pembuluh darah kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. Di dalam pembuluh limfe, larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan stadium V. Cacing Filaria yang sudah dewasa bertempat di pembuluh limfe, sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan terjadi pembengkakan, misalnya pada kaki dan disebut kaki gajah (filariasis)

Saturday, November 15, 2014

SISTEM PERNAPASAN

PENGERTIAN PERNAPASAN / RESPIRASI

PROSES PERTUKARAN GAS OKSIGEN DAN KARBON DIOKSIDA DALAM TUBUH ORGANISME

FUNGSI RESPIRASI

Mensuplai oksigen ke dalam sel-sel jaringan tubuh dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) sebagai hasil respirasi tersebut dan dihasilkan energi

STRUKTUR SISTEM PERNAPASAN

HIDUNG
Rongga hidung dibagi oleh sekat rongga hidung (septum nasi ), Rambut -rambut, Lendir

LARING (LARYNX) atau Kotak suara
Pangkal tenggorok, merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh cincin tulang rawan
Memiliki 2 pasang lipatan, lipatan sebelah bawah disebut “ pita suara sejati” dan lipatan sebelah atas disebut “ pita suara palsu”

FARING ( PHARINK )
Daerah dimana terjadi persilangan jalur sistem pernapasan dan sistem pencernaan

BATANG TENGGOROK (TRACHEA )
Dindingnya dibentuk oleh cincin tl. rawan
Didalam rongga dada bercabang dua ke paru-paru kiri dan kanan (bronchus)
Di dalam paru-paru bronkusbercabang-cabang lagi berupa saluran halus (bronkeolus)diujungnya terdapat gelembung-gelembung paru (alveoli). Dinding alveolus sangat tipis dan banyak pembuluh darah kapilerdimana terjadi pertukaran gas O2 dan CO2

2 Buah Paru-paru : Kanan dan Kiri
Paru-paru kanan
Paru-paru kiri3 lobus / belahan :
•Atas (lobus superior)
•Tengah (lobus medius)
•Bawah (lobus inferior)2 lobus / belahan :
•Atas (lobus superior)
•Bawah (lobus inferior)

STRUKTUR SISTEM PERNAPASAN

STRUKTUR SISTEM PERNAPASAN


PROSES PERNAPASAN

1. Pernapasan dada / pernapasan rusuk
Pergerakan ke atas dan ke luar dari tulang-tulang rusuk karena kontraksi dari otot antar tulang rusuk ( inter kostalis ) ->rongga dada membesar, tekanan udara didalam rongga dada lebih kecil dari tekanan di luar ->udara luar masuk
2. Pernapasan perut / pernapasan diafragma
Pemasukan udara pernapasan (inspirasi) disebabkan oleh mengembangnya rongga dada yang diakibatkan berkontraksinya dan menurunnya diafragma ->rongga dada membesar, tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil ->udara luar masuk

Kedua jenis pernapasan tersebut menyebabkan tekanan didalam rongga dada lebih kecil dari tekanan udara luar, akibatnya udara luar masuk (inspirasi) dan proses kebalikannya menyebabkan udara keluar (ekspirasi)

KAPASITAS PARU-PARU DAN UDARA PERNAPASAN MANUSIA

1.Kapasitas Vital: volume keseluruham udara yang dapat bergerak didalam paru-paru
2.Udara Tidal: volume pernapasan biasa ( udara yang dihisap atau dihembuskan ) oleh paru-paru setiap sekali bernapas ( 350 –500 ml )
3.Kapasitas inspirasi maksimum ( Udara Komplementer ):
volume udara yang dapat dihisap sesudah inspirasi normal dengan
suatu daya inspirasi maksimum termasuk udara tidal ( 2000 –3500 ml )
4.Volume Cadangan / Ekspirasi maksimum ( Udara Suplementer ):
volume terbesar dari udara yang dapat diekspirasikan sesudah suatu
ekspirasi normal ( 1500 ml )
5.Udara Residu: volume udara yang tertinggal dalam paru-paru
sesudah ekspirasi maksimum ( 1200 –1500 ml )

Udara pernapasan yang masuk ke dalam tubuh kira-kira mengandung : 21 % O2 dan 0,03 % CO2
Pusat pengaturan pernapasan manusia oleh Otak bagian Medula OblongataSalah satu stimulus untuk bernapas adalah kadar CO2 dalam darah:Bila kadar CO2 dalam darah naik melebihi 4% maka otak memerintahkan sisitem pernapasan untuk mengambil O2.Sistem pernapasan merupakan kerja sama antara sistem pernapasan, otak dan jantung

PEMERIKSAAN BILIRUBIN TERHADAP URINE

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PEMERIKSAAN BILIRUBIN TERHADAP URINE

TUJUAN PERCOBAAN :

            Mahasiswa mampu memahami prinsip penentuan bilirubin dalam urin sebagai salah satu muatan kompetensi dalam bidang keahlian biokimia klinik.           

DASAR TEORI

Urin atau air seni maupun air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Dari urin kita bisa memantau penyakit melalui perubahan warnanya. Meskipun tidak selalu bisa dijadikan pedoman namun Ada baiknya Anda mengetahui hal ini untuk berjaga-jaga. Urin merupakan cairan yang dihasilkan oleh ginjal melalui proses penyaringan darah. Oleh kaena itu kelainan darah dapat menunjukkan kelainan di dalam urin.

Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat.

Bilirubin ( sebelumnya disebut sebagai hematoidin ) adalah produk rincian kuningnormal hemekatabolisme. Heme ditemukan dalam hemoglobin, komponen utama darisel darah merah . Bilirubin diekskresikan dalam empedu dan urin , dan peningkatankadar dapat mengindikasikan penyakit tertentu.Hal ini bertanggung jawab untuk warnakuning memar , warna kuning air seni (melalui produk pemecahan direduksi, urobilin ),warna coklat dari kotoran (melalui konversi kepada stercobilin ), dan perubahan warnakuning pada penyakit kuning .

Fungsi bilirubin :Bilirubin dibuat oleh aktivitas reduktase biliverdin pada biliverdin , pigmen empeduhijau tetrapyrrolic yang juga merupakan produk katabolisme heme.Bilirubin, ketikateroksidasi, beralih menjadi biliverdin sekali lagi. Siklus ini, selain demonstrasi aktivitasantioksidan ampuh bilirubin, telah menyebabkan hipotesis bahwa peran utama fisiologis bilirubin adalah sebagai antioksidan seluler.

Eksresi bilirubin larut ke dalam saluran dan kandung empedu berlangsung denganmekanisme transport aktif yang melawan gradien konsentrasi. Dalam keadaanfisiologis, seluruh bilirubin yang diekskresikan ke kandung empedu berada dalam bentuk terkonjugasi (bilirubin II) Dalam urin berdasarkan reaksi antara garam diazonium dengan bilirubin dalam suasana asam, yang menimbulkan warna biru atau ungu tua. Garam diazonium terdiri dari p-nitrobenzene diazonium dan p-toluene sulfonate, sedangkan asam yang dipakai adalah asam sulfo salisilat.

Adanya bilirubin 0,05-1 mg/dl urin akan memberikan basil positif dan keadaan ini menunjukkan kelainan hati atau saluran empedu. Hasil positif palsu dapat terjadi bila dalam urin terdapat mefenamic acid, chlorpromazine dengan kadar yang tinggi sedangkan negatif palsu dapat terjadi bila urin mengandung metabolit pyridium atau serenium.

ALAT DAN BAHAN 
Alat :  
Beaker glass
Erlenmeyer 
Tabung reaksi beserta rak
      
Bahan :       
Sampel urin normal 
10 gr Zn(C H3COOH)2
Alkohol 96 %
0,5 gr I2 
1 gr KI
Air atau Aquadest

Cara pemeriksaan Bilirubin
  • 5 ml urine ditambah 2 tetes larutan lugol
  • Tambahkan 7,5 ml reagen Schlesinger, kemudian kocok
  • Saring sampai di dapat filtrate 
  • Filtrate diperiksa / dilihat dengan latar belakang hitam 
  • Positif bila didapat flourescen hijau pada filrate

 Cara pembuatan reagen Schlesinger
  • 10 gr Zn( CH3COOH)2
  • disuspensikan dalam  100 ml alkohol 96 %

Cara pembuatan reagen Lugol
  • 0,5 gr I2 dan 1 gr KI dilarutkan dalam air, 
  • Setelah larut ditambah air sampai 150 ml

DATA HASIL PENGAMATAN

1.      Pemeriksaan bilrubine pada urine 

SAMPEL
+ PEREAKSI
PERLAKUAN
HASIL
5 ml sampel
2 tetes lugol, + 7,5 ml reagen Schlesinger
Disaring dan dilihat filtrate pada latar belakang hitam
(-) Tak ada flouresensi hijau
Terdapat endapan warna kuning pucat pada bagian atas dan endapan kuning pada bagian bawah


PEMBAHASAN
            
            Pada praktikum pemeriksaan urine atas indikasi bilirubin ini harus menggunakan urine sampel segar yang kurang dari 4 jam, hal ini dikarenakan bilirubin akan teroksidasi jika terlalu lama dan apalagi terpapar oleh cahaya. Sehingga akan menghasilkan nilai yang falsa negatif.
            Pada percobaan pemeriksaan urine atas indikasi urobilin ini, dimana sampel urine segar dimasukkan didalam tabung reaksi kemudian ditambahkan larutan lugol baru ditambah reagen schlesinger kemudian diaduk / dikocok homogen. Lalu disaring dengan kertas saring, jika hasil saringan keruh maka disaring kembali hingga didapatkan filtrat yang jernih.
            Kemudian setelah didapat filtrat yang jernih, lihatlah flouresensi filtrat dengan background yang gelap ( hitam ). Hasil positif jika terdapat flouresensi yang kehijauan, dan negatif jika tidak ada flouresensi hijau ( hasil praktikum negatif ). Dalam keadaan normal, selalu terdapat flourescensi hijau yang amat ringan. Bila hasil ragu-ragu harus dibandingkan dengan percobaan schlesinger pada urine normal.
            Riboflavin (vitamin B2) yang terdapat dalam tablet atau injeksi B kompleks akan mempengaruhi fluoresensi hijau, tetapi fluoresensi telah tampak pada urine sebelum diberi reagen schlesinger.
            Bilirubin merupakan suatu senyawa tetrapirol yang dapat larut dalam lemak maupun air yang berasal dari pemecahan enzimatik gugus heme dari berbagai heme protein seluruh tubuh. Sebagian besar ( kira- kira 80 % ) terbentuk dari proses katabolik hemoglobin, dalam proses penghancuran eritrosit oleh RES di limpa, dan sumsum tulang. Disamping itu sekitar 20 % dari bilirubin berasal dari sumber lain yaitu non heme porfirin, prekusor pirol dan lisis eritrosit muda. Dalam keadaan fisiologis pada manusia dewasa, eritrosit dihancurkan setiap jam. Dengan demikian bila hemoglobin dihancurkan dalam tubuh, bagian protein globin dapat dipakai kembali baik sebagai protein globin maupun dalam bentuk asam- asam aminonya.
            Bilirubin terkonjugasi yang mencapai ileum terminal dan kolon dihidrolisa oleh enzym bakteri β glukoronidase dan pigmen yang bebas dari glukoronida direduksi oleh bakteri usus menjadi urobilinogen, suatu senyawa tetrapirol tak berwarna. Sejumlah urobilinogen diabsorbsi kembali dari usus ke perdarahan portal dan dibawa ke ginjal kemudian dioksidasi menjadi urobilin yang memberi warna kuning pada urine. Sebagian besar urobilinogen berada pada feces akan dioksidasi oleh bakteri usus membentuk sterkobilin yang berwarna kuning kecoklatan.

KESIMPULAN 
1. Praktikum yang dilakukan minggu ini adalah tentang penentuan bilirubin dalam urine
2. Penentuan bilirubin dalam urine yang kami lakukan dengan mencampurkan 2 reagen yaitu reagen sclesinger dan lugol
3. Semua percobaan dari sampel urin yang kami dapat menujukkan hasil yang negatif yang berarti semua urine negatif mengandung bilirubin
4. Pemeriksaan urine atas indikasi bilirubin ini harus menggunakan urine sampel segar yang kurang dari 4 jam, hal ini dikarenakan bilirubin akan teroksidasi jika terlalu lama dan apalagi terpapar oleh cahaya. Sehingga akan menghasilkan nilai yang falsa negatif.
5. Penyaringan digunakan untuk melihat filtrate yang dihasilkan urine 


DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto. 2013. Proses Pembentukan Urin Pada Ginjal. Tersedia di: 
http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xi/proses-pembentukan-urine-pada-ginjal/ [Akses tanggal 6 April 2013].
.Ethel, S. 2003. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
Medika. 2012. Pemeriksaan Urin. Tersedia di: http://www.biomedika. co.id/services/laboratorium/31/pemeriksaan-urin.html  [Akses tanggal 6 April 2014].
Ningsih, Suti. 2012. Proses Pembentukan Urin. Tersedia di: http://sutiningsih2/2012/12/proses_pembentukan_urin_15.html. [Akses tanggal 6 April 2013].
Scanlon, Valerie C. dan Tina Sanders. 2000. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.





               

Sunday, November 9, 2014

Artikel lengkap jeruk nipis

Klasifikasi jeruk nipis

Kingdom : Plantae
     Subkingdom : Tracheobionta
          Super divisi : Spermatophyta
               Divisi : Magnoliophyta
                    Kelas : Magnoliopsida
                          Ordo : Sapindales
                                 Famili : Rutaceae
                                        Genus : Citrus
                                              Spesies : Citrus aurantifolia L.

Deskripsi jeruk nipis


Jeruk nipis merupakan tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Habitatnya didaerah dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari, banyak ditemukan dipekarangan dan kebun. Akarnya tunggang atau akar  primer. Batang pohonnya berkayu ulet, berduri dan keras. Batangnya berbentuk bulat. Selain itu arah tumbuh batangnya mengangguk,dimana batangnya tumbuh tegak lurus keatas tetapi ujungnya membengkok kembali kebawah. Daun berwarna hijau dan segar, daunnya majemuk, berbentuk elips dengan pangkal membulat,ujung tumpul,dan tepi beringgit. Panjang daunnya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau dan kuning. Memiliki diameter 3-6cm. Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh diketiak daun atau diujung batang dengan diameter 1,5-2,5 cm. Bijinya banyak kecil-kecil licin, bulat telur sungsang. Biji citrus ini juga memiliki lapisan kulit luar, lapisan kulit dalam dan tegmen.

Manfaat jeruk nipis

a.    Manfaat untuk kosmetik

  • Jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk kosmetik sebagai bahan untuk memperkecil pori-pori wajah, membersihkan dan menyegarkan wajah
  • Membersihkan wajah dengan jeruk nipis dapat membantu menjaga jerawat agar tidak menyiapakam pertumbuhan bakteri
  • Jeruk nipis membantu untuk menghilangkan kulit mati dari wajah 
  • Jeruk nipis dapat membuat kulit wajah lebih halus

b.    Manfaat untuk kesehatan

  • Obat rambut rontok
  • Obat batuk
  • Obat bau badan
  • Obat batu ginjal
  • Obat demam atau flu
  • Obat haid
  • Obat amandel
  • Obat kecanduan rokok


Artikel lengkap lidah buaya

Klasifikasi  lidah buaya

Kingdom : Plantae
     Subkingdom : Tracheobionta
          Super divisi : Permatophyta
               Divisi : Magnoliophyta
                    Kelas : Liliopsida
                          Ordo : Sparagales
                                 Famili : Asphodelaceae
                                        Genus : Aloe
                                              Spesies : Aloe vera L.



Deskripsi  lidah buaya


Lidah buaya atau Aloe vera adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sebagai  penyubur rambut,penyembuh luka,dan untuk perawatan kulit. Lidah buaya sering dijumpai pada habitus perdu, Habitat adalah tumbuh liar ditempat yang berhawa panas, Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf.

Manfaat  lidah buaya

Tanaman lidah buaya ini pemeliharaan nya relatife mudah dan produksinya lebih tahan lama (Tidak mudah busuk). Tumbuhan ini juga memiliki kegunaan dan manfaat yang sangat luas misalnya untuk pengobatan sampai kosmetik/kecantikan. lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kangker serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.

a.    Untuk kosmetik

  •  Mengatasi radang kulit

Radang kulit sering kali muncul, misalnya akibat sinar X kala operasi, terpapar sinar matahari terlalu lama ataupun luka akibat trauma. Banyak ahli yang mengandalkan cairan (gel) yang diambil dari daging daun lidah buaya untuk mengatasi keluhan/gangguan ini.

  •   Merawat kulit

Lidah buaya juga melembapkan kulit. Khasiat ini sudah dikenal sejak zaman Cleopatra. Tak heran kalau hampir 70% produk kosmetik saat itu intisarinya adalah gel lidah buaya. Zat lignin yang dikandungnya diyakini dapat menembus sekaligus meresap ke dalam kulit serta menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit. Dengan demikian kulit jadi tidak cepat kering sementara kelembapannya tetap terjaga.

b.    Untuk kesehatan

  •   Detoksifikasi
  •   Gangguan pencernaan
  •   Kesehatan mulut
  •   Diabetes
  •   Membantu gerakan usus
  •   Menjaga berat badan
  •   Meningkatkan sistem kekebakan tubuh
  •   Dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar 


Sunday, October 12, 2014

LAPORAN BIOKIMA DETEKSI KADAR GULA DARAH


JUDUL PRAKTIKUM : DETEKSI KADAR GULA DARAH
TUJUAN PERCOBAAN :
           Mengetahui dan memahami cara menguji gula di dalam darah sebagai dasar dari keahlian di bidang Biokimia klinik

DASAR TEORI
            Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa, karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam, glukosa terdapat dala buah-buahan dan madu lebah. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi tetap, yaitu antara 70 – 100 mg tiap 100 ml darah. Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makan-makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. Pada penderita diabetes melitus, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml darah.
             Gula darah pada orang sehat dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dalam darah masuk ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang  tinggi dapat berarti bahwa pankreas tidak memproduksi cukup insulin, atau jumlah insulin cukup namun tidak bereaksi secara normal. Hal ini disebut dengan resistensi insulin.
             Level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal, yang disebut dengan hipoglikemia, yang mempunyai gejala perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung dan kehilangan kesadaran. Apabila levenya tetap tinggi, disebut dengan hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan, berkaitan dengan diabetes, termasuk pada mata, ginjal dan saraf.
              Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk membutuhkan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di hati, kemudian sel-sel in mengubah glikogen menjadi glukosa
              Manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk prosesrespirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksidadilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkanuntuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungangas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuhmelalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolusyang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukarangas. Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paruorang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160m 2 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.
            Hemoglobin merupakan komponen penting dalam kaitannya dengan pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme.Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi bahan-bahan pembangun tubuh dan energi.
           Hemoglobin dapat mengikat 4 atomoksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme pada ikatan koordinasi kelima. Hemoglobin terikat pada oksigen disebutHemoglobin teroksigenasi (HbO
2), sedangkan hemoglobin yang telah melepasoksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil pembakaran yang tidak sempurna disebut karbon monoksida (Co) dan disebutkarbon monoksida hemoglobin (HbCo). Dalam keadaan lain muatan atom Fe yangterdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karenaoksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobinteroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe3+). Beberapa derifat dari Hbmisalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran, pada pengenceran ini oksiHb terlihat berwarna merah kekuningan, Hb berwarnamerah kecoklatan danHbCo berwarna merah terang. 

ALAT DAN BAHAN
Alat : 
Tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Gelas ukur
Penangas air
Siopwatch
Sentrifus
Beakr glass
Spektrofotometer + cuvette
Bahan :                                     Larutan Fehiling a dan b
                                                 Larutan Aquadestt                               
                                                 Sampel darah manusia
                                                 Glukosa
  
Data Hasil Pengamatan

1.      Metode Spektrofotometri
Percobaan
Hasil
-    0,5 ml darah + 2 ml aquadest


-    Disentrifugasi



-    Lapisan atas + 1 ml Fehling A dan Fehling B

-    Dipanaskan


-   Diambil 4 tetes + 2 ml aquadest, diukur Absorbansi darah dan aquadest pada panjang gelombang 540 nm dengan spektrofotometer UV-Vis

Larutan berwarna coklat-kemerahan

Terbentuk 2 lapisan, lapisan atas bening, lapisan bawah endapan

Larutan berwarna biru


Larutan biru pekat mirip blanko 0,1 mg/mL

A air = -0,16
A darah = 0,12
Rentang = 0,28

Data Pengukuran Absorbansi
x
y
0
0
1
0,09
0,5
0,049
0,25
0,02
0,2
0,022
0,15
0,012
Keterangan :
x : konsentrasi glukosa (mg/mL)
y : Absorbansi (0,28)

-          Perhitungan Kadar Gula Darah
Y              = 0,0909 X + 0,0004
0,28          = 0,0909X + 0,0004
0,0909 X  = 0,28-0,0004
X              = 0,2796 / 0,0909
X              = 3,075 mg/mL (sampel)

PEMBAHASAN
            Uji glukosa darah pada praktikum ini menggunakan metode spektofotometri. Menurut (Syabatini 2010), spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer merupakan alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
           Gula darah ini merupakan suatu istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah sebagai sumber energi untuk sel-sel tubuh. Meskipun disebut sebagi gula darah, selain glukosa, ditemukan juga jenisjenis gula lainnya, seperti glukosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa yang diatur insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dari darah masuk ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang tinggi dapat berarti bahwa pankreas kita tidak membuat cukup insulin. Atau, jumlah insulinnya cukup namun tubuhnya tidak bereaksi secara normal. Ini disebut ‘resistansi insulin. Apa pun alasannya, sel-sel tidak memperoleh glukosa secukupnya untuk dijadikan tenaga, dan glukosa menumpuk dalam darah.
         Metode yang digunakan pada saat praktikum adalah metode spektrofotometer. Dengan megambil sampel yang sebelumnya telah ditambah fehling a dan b dan dipanaskan  dan diukur kadarnya melalui pembacaan pada spektrofotometer denagn panjang gelombang 540 nm.
           Saat pemanasan sampel darah, terbentuk warna coklat yang merata , dan setelah di sentrifus selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm , terbentuk larutan coklat muda dan terbentuk endapan. Jadi guna kita mensentrifus yaitu untuk memisahkan endapan dengan fase cair.
            Setelah semua disentrifus maka akan terlihat fase endapan dan fase cair yang memisah. Lalu diambil sedikit bagian dari plasma. Ditambah feling A dan fehling B. Setelah dipanaskan akan terbentuk perbahan warna dari biru jadi biru kehitaman. Lalu diambil 4 tetes sampel plasma berikutnya , diencerkan dengan 2 ml aquadest dan diuji kadar gula dengan spektrofotometer UV yang menghasilkan absorbansi -0,16 - (+0,12) = 0,28.
KESIMPULAN
1.      Metode yang digunakan pada saat praktikum adalah metode spektrofotometer. Dengan megambil sampel yang sebelumnya telah ditambah fehling a dan b dan dipanaskan  dan diukur kadarnya melalui pembacaan pada spektrofotometer denagn panjang gelombang 540 nm.
2.      Jadi proses sentrifus berguna  untuk memisahkan endapan dengan fase cair.
3.      Panjang gelombang yang digunakan untuk mengukur di alat spektrofotometer adalah 540 nm.
4.      Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makan-makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula
5.      Absobansi air yang duhasilkan adalah 0,16 dan absorbansi sampel darah yang dihasilkan adalah 0,12
  
DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2004. Gula dan Lemak Darah. Yayasan Spiritia: Jakarta
Poedjiadi. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press
Girinda A. 1989. Biokimia Patologi. Bogor: IPB Press
Girindra A.1988. Biokimia I. Jakarta : Gramedia
Achjadi K. 2003. Penyakit Gangguan Metabolisme. Bogor : IPB Press.





Artikel Edema paru-paru


Edema paru (edema yang terjadi diparu-paru) adalah akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peningkatan tekanan intravaskuler , juga disebut dgn istilah “air dalam paru-paru” 
Alveolus(dinding tipis)   kelebihan cariran(merembes keluar) dari pembuluh daran paru sebagai gantinya udara.

Dmana cairan intravaskuler keluar ke ruang ekstravaskuler, jaringan interstisial dan alveoli yang terjadi secara akut
Edema paru :1.  Edema paru kardiogenik
         2. Edeme paru non kardiogenik 

PENYEBAB TERJADINYA EDEMA PARU KARDIOGENIK
Secara patofisiologi penyakit dasar penyebab edema paru kardiogenik dibagi menjadi 3 kelompok :
1. Peningkatan Afterload (Pressure overload) :
Terjadi beban yang berlebihan terhadap ventrikel pada saat sistolik.
2. Peningkatan preload (Volume overload) :
Terjadi beban yang berlebihan saat diastolik
3. Gangguan Kontraksi Miokardium Primer :
Pada Infark Miokard Akut jaringan otot yang sehat berkurang, sedangkan pada Kardiomiopati Kongestif terdapat gangguan kontraksi miokardium secara umum

MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi dapat dicari dari keluhan, tanda fisik dan perubahan radiografi (foto toraks). Gambaran dapat dibagi 3 stadium, meskipun kenyataannya secara klinik sukar dideteksi dini

Stadium 1. Adanya distensi dari pembuluh darah kecil paru yang prominen akan memperbaiki pertukaran gas di paru dan sedikit meningkatkan kapasitas difusi gas CO. Keluhan pada stadium ini mungkin hanya berupa adanya sesak napas saat bekerja. Pemeriksaan fisik juga tak jelas menemukan kelainan, kecuali mungkin adanya ronkhi pada saat inspirasi karena terbukanya saluran napas yang tertutup pada saat inspirasi.
Stadium 2. Pada stadium ini terjadi edema paru intersisial. Batas pembuluh darah paru menjadi kabur, demikian pula hilus juga menjadi kabur dan septa interlobularis menebal . Adanya penumpukan cairan di jaringan kendor intersisial, akan lebih memperkecil saluran napas kecil, terutama di daerah basal oleh karena pengaruh gravitasi. Mungkin pula terjadi refleks bronkhokonstriksi. Sering terdapat takhipnea. Meskipun hal ini merupakan tanda gangguan fungsi ventrikel kiri, tetapi takhipnea juga membantu memompa aliran limfe sehingga penumpukan cairan intersisial diperlambat. Pada pemeriksaan spirometri hanya terdapat sedikit perubahan saja.
Stadium 3. Pada stadium ini terjadi edema alveolar. Pertukaran gas sangat terganggu, terjadi hipoksemia dan hipokapnia. Penderita nampak sesak sekali dengan batuk berbuih kemerahan. Kapasitas vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata. Terjadi right-to-left intrapulmonary shunt. Penderita biasanya menderita hipokapnia, tetapi pada kasus yang berat dapat terjadi hiperkapnia dan acute respiratory acidemia. (Ingram and Braunwald, 1988).

MACAM-MACAM EDEMA PARU

Edema Paru Kardiogenik (Akut)
Edema Paru Kardiogenik adalah edema paru yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler yang disebabkan karena meningkatnya tekanan vena pulmonalis. Edema Paru Kardiogenik menunjukkan adanya akumulasi cairan yang rendah protein di interstisial paru dan alveoli ketika vena pulmonalis dan aliran balik vena di atrium kiri melebihi keluaran ventrikel kiri.

Edema Paru Non Kardiogenik
Edema paru nonkardiogenik adalah penimbunan cairan pada jaringan interstisial paru dan alveolus paru yang disebabkan selain oleh kelainan jantung.

Edema paru campuran atau patogenesisnya belum diketahui
o  Edema paru karena ketinggian (high-altitude pulmonary edema/HAPE)
o  Edema paru neurogenik
o  Re-expansion pulmonary edema
o  Overedosis narkotik
o  Tocolytic therapy
o  Uremia

PATOFISIOLOGI
Peningkatan hidrostatik  dalam kapiler paru EDEMA KARDIOGENIK ->Peningkatan Filtrasi cairan Transmukular->tekanan interstitial paru lebih besar daripada tekanan pleural  ->  cairan bergerak menuju pleura visceralis yang menyebabkan efusi pleura.->Sejak permeabilitas kapiler endothel tetap normal, maka cairan edema yang meninggalkan sirkulasi memiliki kandungan protein yang rendah. ->Peningkatan tekanan hidrostatik di kapiler pulmonal biasanya berhubungan dengan peningkatan tekanan vena pulmonal akibat peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri dan tekanan atrium kiri. Peningkatan ringan tekanan atrium kiri (18 – 25 mmHg) menyebabkan edema di perimikrovaskuler dan ruang intersisial peribronkovaskular. Jika tekanan atrium kiri meningkat lebih tinggi (>25) maka cairan edema akan menembus epitel paru, membanjiri alveolus 

Edema NonKardiogenik
Edema paru non kardiogenik terjadi akibat dari transudasi cairan dari pembuluh-pembuluh kapiler paru-paru ke dalam ruang interstisial dan alveolus paru-paru yang diakibatkan selain kelainan pada jantung.Penyebabnya Antara Lain : 
1. Peningkatkan permeabilitas kapiler paru (ARDS)
Secara langsung 
Aspirasi asam lambung
Tenggelam
Kontusio paru
Pnemonia berat
Emboli lemak
Emboli cairan amnion
Inhalasi bahan kimia
Keracunan oksigen
Tidak langsung
Sepsis
Trauma berat
Syok hipovolemik
Transfusi darah berulang
Luka bakar
Pankreatitis
Koagulasi intravaskular diseminata
Anafilaksis

2. Peningkatan tekanan kapiler paru
Sindrom kongesti vena
Pemberian cairan yang berlebih
Transfusi darah
Gagal ginjal
Edema paru neurogenik
Edema paru karena ketinggian tempat (Altitude)
3. Penurunan tekanan onkotik 
Sindrom  nefrotik
Malnutrisi
4. Hiponatremia
Diagnosis Edema Paru

ANAMNESIS
Anamnesis merupakan proses pengambilan data pasien (identitas, keluhan, riwayat,dll) dalam bentuk wawancara, untuk menegakkan diagnosa suatu penyakit. 
Anamnesis dapat menjadi petunjuk ke arah penyebab edema paru, dengan mengetahui riwayat sakit jantung, riwayat adanya gejala yang sesuai dengan gagal jantung kronis. 

PEMERIKSAAN FISIK
Pada pemeriksaan paru akan terdengar ronki basah setengah lapangan paru atau lebih dan terdapat wheezing. Pada pemeriksaan jantung dapat ditemukan  gallop, bunyi jantung 3 dan 4.
sesak napas dengan bunyi napas seperti mukus berbuih

RADIOLOGIS
Edema paru dapat didiagnosa dengan X-ray dada yang ditunjukkan dengan warna yang tampak lebih putih pada kedua bidang-bidang paru daripada biasanya. 
Kasus-kasus yang lebih parah dari edema paru dapat menunjukan opacification (pemutihan) yang signifikan pada paru-paru dengan visualisasi yang minimal dari bidang-bidang paru yang normal. 
Pemutihan ini mewakili pengisian dari alveoli sebagai akibat dari edema paru.

TERAPI
Terapi non farmakologis :
Pasien diposisikan dalam keadaan duduk atau setengah duduk. Oksigen (40-50%) segera diberikan sampai dengan 8 L/menit, untuk mempertahankan PO2, kalau perlu dengan masker. Jika kondisi pasien semakin memburuk, timbul sianosis, makin sesak, PO2 tidak bisa dipertahankan ≥60 mmHg, atau terjadi kegagalan mengurangi cairan edema, maka perlu dilakukan intubasi endotrakeal, dan penggunaan ventilator PO2, adalah tekanan gas O2 dalam darah Karena terapi spesifik tidak selalu dapat diberikan sampai penyebab diketahui,maka pemberian terapi suportif sangatlah penting. Tujuan umum adalah mempertahankan fungsi fisiologik dan seluler dasar. Yaitu dengan cara memperbaiki jalan napas, ventilasi yang adekuat, dan oksigenasi.  Pemeriksaan tekanan darah dan semua sistem sirkulasi perlu ditinjau, infus juga perlu dipasang  Penatalaksanaan pada pasien dengan edema paru terlebih dahulu kita caripenyakit yang mendasari terjadinya edema. Karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pengobatan, sehingga perlu diketahui dengan segera penyebabnya

Terapi farmakologi
Morfin Sulfat
              Morfin diberikan secara intravena dengan dosis 2-5 mg. Dapat diulangi tiap 15 menit. Sampai total dosis 15 mg biasanya cukup efektif. Efek terapi : obat ini mengurangi kecemasan, mengurangi rangsang vasokonstrikstor adrenergik terhadap pembuluh darah arteriole dan vena.

Nitroglycerin dan Nitroprusside          
Nitroglycerin sublingual 0,4-0,6 mg (dapat diulangi setiap 5 menit).. Pada pasien dengan hipertensi resisten dan tidak berespon baik dengan pemberian nitroglycerin, dapat diberikan nitroprusside dimulai dengan dosis 2,5 ug/kgBB/menit. 

 Diuretik loop intravena
          Diberikan furosemid 40-80 mg i.v. bolus atau bumetanide 0,5 – 1 mg iv, dapat diulangi atau dosis ditingkatkan setelah 4 jam. Selama terapi ini, elektrolit serum dimonitor terutama kalium.

Aminofilin
           Kadang-kadang aminofilin 240-480 mg intravena efektif mengurangi bronkokonstriksi, meningkatkan aliran darah ginjal dan pengeluaran natrium dan memperkuat konstraksi miokard.
Obat trombolitik : untuk revaskularisasi pada pasien dengan infark miokard akut.

Wednesday, October 8, 2014

KARBOHIDRAT, LEMAK DAN PROTEIN - Artikel lengkap biologi

KARBOHIDRAT, LEMAK DAN PROTEIN



Makanan diperlukan tubuh manusia untuk pertumbuhan dan melakukan kegiatan sehingga tubuh tetap sehat. Makanan mempunyai peranan penting, antara ...lain sebagai berikut :
1. Untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh
2. Menjaga jaringan tubuh agar tidak rusak
3. Sebagai penghasil energi
4. Mengatur proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh
5. Sebagai benteng tubuh dari berbagai macam kuman penyakit

Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.
Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.
Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.
Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.
Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa kompleks yang tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) dengan rumus molekul CnH2nOn. Nama lain dari karbohidrat adalah disakarida berasal dari bahasa arab “sakkar” artinya gula. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga dikaitkan dengan gula.

Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok yaitu sebagai berikut :
1. Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa.

2. Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus OH dengan melepaskan molekul air. Contoh disakarida adalah sukrosa, laktosa dan maltosa.

3. Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum.

Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Amilum

Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.

Gula (Glukosa)

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilo joule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid.


Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

Protein

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau sub unit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Bahan penyusun protein adalah asam amino, asam amino ada 2 jenis yaitu asam amino essensial dan asam amino non essensial :

1. Asam amino esensial atau asam amino utama adalah asam amino yang amat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh tidak mampu menghasilkan sendiri sehingga harus didatangkan dari luar, misalnya valin, fenilalanin, arginin, histidin, lisin, isoleusin, leusin, metionin, treonin, dan triptophan.
2. Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri, misalnya alanin, sistein, glisin, tirosin, dan prolin.

Protein dapat diperoleh dari daging, telur, keju, susu, ikan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Protein berasal dari hewan antara lain telur, keju, susu, dan ikan yang disebut urst class protein karena mengandung kesepuluh asam amino esensial. Protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang biasa disebut protein nabati banyak terkandung dalam kacang-kacangan.

Protein berfungsi sebagai zat pembangun, sebagai zat pengatur, dan sebagai bahan bakar (sumber energi).
1. Sebagai zat pembangun, protein berfungsi untuk membangun tubuh dan memperbaiki jaringan dan sel yang rusak.
2. Sebagai zat pengatur, protein mengambil peranan dalam mengatur berbagai proses dalam tubuh, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, protein juga berperan dalam pembentukan enzim dan hormon.
3. Protein merupakan sumber energi lain setelah karbohidrat artinya jika energi yang dibutuhkan tidak terpenuhi dari pembakaran karbohidrat, maka energi diperoleh dari pembakaran protein. Setiap satu gram protein mengandung 4,1 kalori. Jika tubuh kekurangan protein akan menderita penyakit KWASIORKOR. Penderita penyakit ini akan terhambat pertumbuhannya, kulit bersisik, kurus, dan rambutnya kusam.

Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).


Lemak

Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, O (karbon, hidrogen, oksigen) dan kadang-kadang P dan N (fosfor dan nitrogen).
Lemak tersusun atas dua kelompok utama yaitu gliserol dan asam lemak. Asam lemak dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh berbentuk padat dan bersama gliserin, tubuh dapat mensintesis sendiri. Didalam asam lemak tak jenuh terdapat esensial (asam lemak yang tidak dapat disintesis di dalam tubuh), yaitu asam linolat, asam linoleat, dan asam arachidonat . Asam lemak ini bersifat cair dan tidak dapat disintesis sendiri dalam tubuh. Asam lemak tak jenuh banyak didapatkan pada lemak nabati.
Lemak ada dua macam yaitu lemak hewan ( daging, keju, minyak ikan, telur dan mentega) dan lemak nabati ( kacang tanah dan margarin)

Peranan lemak :
1. Untuk menghasilkan kalor dan energi
2. Sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain
3. Untuk membangun bagian-bagian tertentu dari sel.
4. Dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah
5. Sebagai bantalan lemak dan pelindung organ dalam

Ads Inside Post

semoga bermanfaat