Tuesday, November 25, 2014

artikel penyakit PES (Pasteurella pestis)

SEJARAH

Sejarah mencatat kutu dari tikus-tikus Asia (Xenopsylla cheopis) penyebab penyakit PES telah menyebabkan wabah di negara-negara barat pada abad ke-XIV dan dikabarkan 25 ribu orang terkena penyakit tersebut.

Hospes Definitif

manusia

Hospes Reservoir 

hewan-hewan rodent (tikus,kelinci, tupai)

PENYAKIT PES DISEBABKAN

  • Kuman/bakteri Yersinia pestis (Pasteurella pestis).
  • Kuman berbentuk batang, ukuran 1,5-2X0,5-0,7 mikron.
  •  Bersifat bipolar, non motil, non sporing.
  • Pada suhu 28°C merupakan suhu optimun tetapi kapsul terbentuk tidak sempurna.
  • Pada suhu 37°C merupakan suhu yang terbaik bagi pertumbuhan bakteri tersebut.

PENGGOLONGAN PENYAKIT PES

  1. PES Bubo (Pembengkakan kelenjar)
  2. PES Paru

GEJALA KLINIK

PES BUBO
  1. Demam tinggi
  2. Tubuh menggigil
  3. Perasaan tidak enak
  4. Nyeri otot
  5. Sakit Kepala hebat
  6. Pembengkakan kelenjar lipat paha, ketiak, dan leher (bubo sebesar buah duku bentuk oval dan lunak, serta nyeri)
  7. Pembengkakan kelenjar limpa
PES Paru (Pneumonik)
  1. Batuk hebat
  2. Air liur berdarah
  3. Susah bernafas
  4. Sesak nafas

DIAGNOSIS

Dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

1. Diagnosis lapangan :

Diagnosis di lapangan ditemukan adanya tikus mati tanpa sebab-sebab yang jelas (rat fall) di daerah fokus PES atau bekas fokus PES.

2. Diagnosis Klinis :
Adanya demam tanpa sebab-sebab yang jelas (FUO = Fever Unkwon Origin). Timbul bubo (pembengkakan kelenjar) sebesar buah duku pada leher/ ketiak/ selangkangan. Batuk darah mendadak tanpa tanpa gejala yang jelas sebelumnya.

3. Diagnosa Laboratorium :

Spesimen yang diperiksa adalah serum, yang berasal dari: • Rodent (tikus) • Manusia • Species hewan lain seperti anjing,kucing

PENGOBATAN

Streptomycine

Dengan dosis 3 gram/hari (IM) selama 2 hari, kemudian dikurangi dosis selama 5 hari , setelah panas hilang dilanjutkan dengan pemberian :

Tetracycline

4-6 gram/hari selama 2 hari berturut-turut, kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut atau

Chloramphenicol 

6-8 gram/hari selama 5 hari berturut –turut, kemudian dosis diturunkan menjadi 2 gram/hari selama 5 hari berturut-turut.

PENCEGAHAN
  • Terhadap lingkungan hidup digunakan larutan minyak tanah, Diazinon, Lindane 1%, bubuk (1 nertdust), Malathion 10%, triklofin 1%.
  •  Dilakukan melalui penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
  • Mencegah terjadinya kontak dengan tikus serta pinjalnya.



No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat