Saturday, November 15, 2014

ARTIKEL PENJAS ATLETIK

Lari Jarak Menengah

A. Lari Jarak Menengah (800-1500 Meter)
1. Teknik Start Berdiri

  • Aba-aba “Bersedia”, menempatkan diri di belakang garis start, dengan sikap melangkah lutut agak ditekuk dan badan condong ke depan sehingga titik berat badan berada pada kaki depan. Kedua tangan sedikit ditekuk tetapi tetap rileks.
  •  Aba-aba “Ya”, langkahkan kaki belakang ke depan dan segera lari dengan kecepatan yang terkontrol.


2. Teknik Lari Jarak Menengah

  • Gerakan lari dilakukan tidak dengan kecepatan penuh.
  • Langkah kaki relatif panjang / lebar dan kecepatan langkah sedikit lebih lambat dibandingkan dengan lari 200 m dan 400 m. 
  • Badan sedikit condong ke depan 15o.
  • Kedua lengan diayun ke depan belakang secara santai beberapa centimeter di atas pinggang.
  • Pada lari sprint kaki menapak pada ujung kaki, sedangkan pada lari jarak menengah kaki menapak pada tumit, tapak kaki dan menolak dengan ujung kaki.


3. Teknik Melewati Garis Finish
Secara teknik sama dengan cara memasuki garis finish pada lari sprint. Yang perlu diperhatikan adalah menjelang garis finish diusahakan dengan kecepatan penuh.

B. Lompat Tinggi Gaya Straddle

Dari semua nomor lompat pada dasarnya memerlukan unsur-unsur sebagai berikut :
  • Daya ledak (Explosive Power)
  • Kecepatan (Speed)
  • Kekuatan (Strength)
  • Kelincahan (Agility)
  • Koordinasi (Coordination)
  • Kelentukan (Flexibility)
  • Keberanian


1. Awalan

  • Titik awalan dan sudut awalan harus tepat.
  • Bila bertumpu pada kaki kanan, arah awalan dari samping/serong kanan, dan sebaliknya.
  • Langkah kaki dari pelan semakin dipercepat, dilakukan secara wajar dan lancar. Pada langkah terakhir harus panjang dan cepat.


2. Tumpuan / Tolakan

  • Menurunkan titik berat badan dengan cara menekuk lutut kaki tumpu sedemikian rupa sehingga menimbulkan daya tolakan yang besar.
  • Sikap badan agak dicondongkan ke belakang.
  • Tumpuan dilakukan dengan sekuat tenaga, cepat, dan meledak.
  • Saat menumpu kedua lengan diayun serentak ke atas untuk membantu mengangkat titik berat badan.


3. Melayang

  • Pada saat di atas mistar badan telungkup dan sejajar dengan mistar, kedua kaki kangkang (straddle).
  • Pada saat melewati mistar kedudukan titik berat badan sebaiknya sedekat mungkin dengan mistar.
  • Dilakukan dengan tenaga yang sedikit mungkin dan secara sadar.


4. Pendaratan

  • Jika tempat pendaratan berupa pasir, maka pendaratan dilakukan dengan kaki kanan (kaki ayun) terlebih dahulu dan dibantu dengan kedua tangan.
  • Jika tempat pendaratan berupa pasir, maka pendaratan dapat menggunakan bahu terlebih dahulu atau langsung jatuh pada punggung


No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat