Saturday, October 11, 2014

Pengertian, Fungsi, Dan Tujuan Negara

Pengertian Negara


 Kata negara yang digunakan di Indonesia berasal dari bahasa sansekerta Nagari atau Nagara yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Dari pengertian dasar tersebut, berikut ini dikutipkan pengertian negara menurut beberapa pakar kenegaraan yaitu :
  • Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami atau wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersbut (Supriatnoko, 2008). 
  • Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup tertentu yang harus memenuhi tiga syarat pokok : rakyat tertentu, daerah tertentu, dan pemerintahan yang berdaulat (M. Nasrun, 1978). 
  • Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama (Djokosutono, 1982).

Dari ketiga pengertian diatas paling tidak ada tiga pokok pengertian yang terkandung didalamnya yaitu : pertama, negara adalah organisasi kolompok manusia, kedua, organisasi kelompok manusia itu mendiami wilayah tertentu, dan ketiga, kelompok manusia itu mengakui adanya pemerintahan yang berdaulat untuk mengurus tata-tertib dan keselamatannya. Berdasarkan ketiga pokok pengertian tersebut, maka negara pada hakikat memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
1. Wilayah, yaitu daerah yang menjadi kekuasaan negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyatnya yang meliputi darat, laut, dan udara.
2. Rakyat, yaitu penduduk yang bertempat tinggal di wilayah suatu negara, tunduk pada kekuasaan negara, dan mendukung negara bersangkutan.
3. Pemerintah, yaitu suatu organisasi yang bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan negara. Pemerintah berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilayahnya.
4. Kedaulatan, yaitu kekuasaan untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan cara yang tersedia. Negara memiliki kekuasaan untuk memaksa semua penduduknya menaati undang-undang dan peraturannya baik baik kedalam maupun kedaultan keluar. Untuk itu negara menuntut loyalitas mutlak dari warga negaranya.

Berdasarkan uraian diatas maka unsur negara dapat dikelompokkan menjadi :
a. Bersifat Konstitutif, yang berarti bahwa di dalam negara tersebut terdapat wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat
b. Bersifat Deklaratif, yang ditandai oleh adanya tujuan negara, undang-undang dasar, dan pengakuan dari negara lain atau masuk dalam perhimpunan bangsa-bangsa.
Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan berdasarkan UUD 1945 yang mengatus tentang kewajiban negara terhadap warganya, hak dan kewajiban warga negara terhadap negaranya dalam suatu sistem kenegaraan. Kewajiban negara terhadap warganya pada dasarnya adalah memberikan kesejahteraan hidup dan keamanan lahir batin sesuai dengan sistem demokrasi yang dianutnya.
Implikasi perkembangan teori kenegaraan dalam proses terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat kita lihat pada hal berikut ini :
  • Pertama. Terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu proses yang tidak sekedar dimulai sari proklamasi. Perjuangan kemerdekaan mempunyai peran khusus dalam pembentukan ide-ide dasar yang dicita-citakan.
  • Kedua. Proklamasi baru mengantar bangsa Indonesia sampai ke pintu gerbang kemerdekaan. Adanya proklamasi tidak berarti bahwa kita telah selesai bernegara
  • Ketiga. Keadaan bernegara yang kita cita-citakan belum tercapai hanya dengan adanya pemerintahan, wilayah, dan bangsa, melainkan harus kita isi untuk menuju keadaan merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur.
  • Keempat. Terjadinya negara adalah kehendak seluruh bangsa, bukan sekedar keinginan golongan yang kaya dan yang pandai atau golongan ekonomi lemah yang menentang golongan ekonomi kuat seperti dalam teori kelas.
  • Kelima. Religiusitas yang tampak pada terjadinya negara menunjukkan kepercayaan bangsa Indonesia Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (Sumarsono. S dkk. : 2005)  

Fungsi Negara :

Menjaga ketertiban untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah berbagai bentrokan dalam masyarakat, negara bertindak sebagai stabilisator
Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, fungsi ini sangat penting terutama bagi negara-negara sedang berkembang.
Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemungkinan serangan dari luar, untuk itu maka negara harus dilengkapi dengan alat-alat pertahanan yang kuat dan canggih.
Menegakkan keadilan yang dilaksanakan oleh badan-badan peradilan.

Tujuan Negara

Tujuan negara berhubungan erat dengan organisasi negara yang bersangkutan. Tujuan masing-masing negara sangat dipengaruhi oleh tata nilai sosial budaya, kondisi geografis, sejarah pembentukan negara tersebut, serta pengaruh politik dari penguasa negara yang bersangkutan. Secara singkat tujuan negara adalah menciptakan kesejahteraan, ketertiban dan ketentraman semua rakyat. Bagi bangsa Indonesia tujuan itu dituangkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alenia ke-empat, meliputi :
a. Membentuk suatu pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b. Memajukan kesejahteraan umum
c. Mencerdaskan kehidupan bangsa
d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

a. Indonesia adalah Negara Berdasarkan Atas Hukum 
b. Pemerintahan Berdasarkan Sistem Konstitusional
c. Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat
d. Presiden ialah Penyelenggara Pemerintahan Negara Tertinggi disamping MPR dan DPR
e. Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada MPR dan DPR
f. Menteri Negara ialah Pembantu Presiden dan Tidak Bertanggung Jawab kepada DPR
g. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas


No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat