Wednesday, October 8, 2014

MAKALAH PEMBUATAN KOMPOS SEDERHANA

PEMBUATAN KOMPOS SEDERHANA
Makalah

“Disusun dalam rangka pengambilan nilai mata pelajaran Pertamanan”


Disusun Oleh :

Marisa Elvin
Putri Chandrika Kinanti




SMA NEGERI 1 LUBUKLINGGAU
TERAKREDITASI “A”
Jl.Garuda KM 2 Kel. Pelita Jaya Telp/Fax. (0733)321629 Kota Lubuklinggau

TAHUN AJARAN 2011/2012

ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan kotoran sapi, sampah atau dedaunan,dan air. Penelitian dipercepat dengan menggunakan aktivator orgradec atau promi.Kompos umumnya mengalami kematangan pada hari ke-30, sedangkan kompos sederhana ini memakan waktu yang lebih cepat. Pengolahan kompos seperti ini akan lebih mudah dilakukan oleh rumah tangga, sehingga sampah rumah tangga tidak langsung dibuang karena masih dapat dimanfaatkan dengan cara pengolahan yang mudah juga bernilai ekonomi tinggi. Semakin mudah pembuatan kompos maka akan semakin banyak orang yang tertarik membuatnya, sehingga produksi sampah akan terus menurun. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan besarnya manfaat yang ditimbulkan dari pengolahan kompos, akan berdampak sangat baik dengan keberlangsungan hidup di lingkungan hidup masing-masing.

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan berkah-Nya yang telah dilimpahkan kepad akita, sehingga karya tulis ini bisa terselesaikan, dalam penulisan karya tulis ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, serta dorongan dari beberapa pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kedua Orang Tua kami yang telah memberi dukungan material maupun spiritual.
2. Ibu Kepala SMAN 1 Lubuklinggau, Dra. Ika Irmaita.
3. Ibu Eva Gusseventini,S.Pd selaku guru pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami.
4. Semua pihak yang telah member bantuannya sehingga penulis mampu menyelesaikan karya ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna karena masih banyak kekurangan baik dari segi isi, penulisan maupun pembahasan. Namun demikian penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Akhir kata semoga amal dan kebaikan yang telah diberikan oleh semua pihak yang telah membantu dalam penulisan karya ilmiah ini mendapatkan balasan dari Allah SWT, Amin.


Lubuklinggau, Mei 2012


Penulis 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………....  i
ABSTRAK ………………………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………….. iii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………. Iv
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………..
1.2. Perumusan Masalah ………………………………………………...
1.3. Tujuan Penulisan …………………………………………………...
1.4. Manfaat Penulisan ………………………………………………….
1.5. Metode dan Teknik Pengumpulan Data..............................................
BAB II Tinjauan Pustaka
2.1. Pengertian Kompos……………………………………………………..
2.2. Pengertian Pengomposan……………………………
2.3. Alat dan Bahan Dalam Pengomposan …………………………………
2.4. Faktor yana Mempengaruhi Proses Pengomposan……………………
BAB III Pembahasan
3.1. Manfaat Kompos …………………………………………………...
3.2. Proses Pengomposan …………………………………………
3.3. Meningkatkan Kualitas Kompos ………………………
BAB IV Penutup
4.1 Simpulan …………………………………………………………..
4.2 Saran ………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya. Namun proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan ini telah banyak dikembangkan teknologiteknologi pengomposan. Baik pengomposan dengan teknologi sederhana, sedang, maupun teknologi tinggi. Pada prinsipnya pengembangan teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organic yang terjadi secara alami.
Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Teknologi pengomposan saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organic, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kota-kota besar, limbah organik industry, serta limbah pertanian dan perkebunan.
Dalam makalah ini akan disampaikan tentang manfaat kompos, proses pembuatan kompos yang sederhana, dan bagaimana meningkatkan kualitas kompos.

1.2. Perumusan Masalah

Merujuk pada latar belakang masalah di atas maka kami membuat rumusan masalah sebagai berikut.
1 Apakah manfaat kompos?
2 Bagaimana dengan proses pengomposan?
3 Bagaimana meningkatkan kualitas kompos?

1.3. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
1 Mengetahui manfaat kompos
2 Mengertahui proses pengomposan
3 Mengertahui cara meningkatkan kualitas kompos

1.4. Manfaat Penulisan

Hasil penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Dengan begitu pembaca dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kompos dan pengomposan tersebut diatas.

1.5. Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang lengkap dan objektif penulis menggunakan metode:
1. Studi pustaka , yaitu mempelajari dari berbagai sumber (internet , surat kabar, media massa, buku) yang dapat menunjang proses penulisan karya tulis ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Kompos
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahanbahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003).

2.2. Pengertian Pengomposan
Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikrobamikroba yang memanfaatkan bahan organic sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan activator pengomposan.

2.3. Alat dan Bahan Dalam Pengomposan
BAHAN:
Limbah organik rumah tangga, sampahsampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll.
ALAT :
Parang/sabit, embar/bak platik untuk menampung air, ember untuk menyiram, plastik penutup, tali, sekop garpu/cangkul, dan cetakan kompos (jika diperlukan). Plastik penutup dapat menggunakan plastik mulsa yang berwarna hitam. Belah plastik tersebut sehingga lebarnya menjadi 2 m. Panjang plastik disesuaikan dengan banyaknya bahan yang akan dikomposkan. Cetakan kompos dapat dibuat dari bambu atau kayu. Cetakan ini terdiri dari 4 bagian terpisah, dua bagian berukuran kurang lebih 2 x 1 m dan dua lainnya berukuran 1 x 1 m.

2.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengomposan
Rasio C/N
Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1
Ukuran Partikel
Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas).
Aerasi
Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob).
Porositas
Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Ronggarongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu.
Kelembaban (Moisture content)
Kelembaban memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen.
Temperatur
Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses dekomposisi.
pH
Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6.5 sampai 7.5
Kandungan hara
Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam komposkompos dari peternakan. Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan.
Kandungan bahan berbahaya
Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahanbahan yang berbahaya bagi kehidupan mikroba. Logamlogam berat seperti Mg, Cu, Zn, Nickel, Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini. Logamlogam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan.
Lama pengomposan
Lama waktu pengomposan tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposakan, metode pengomposan yang dipergunakan dan dengan atau tanpa penambahan aktivator pengomposan. Secara alami pengomposan akan berlangsung dalam waktu beberapa minggu sampai 2 tahun hingga kompos benar-benar matang.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Manfaat Kompos
Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

3.2. Proses Pengomposan

1. Mengumpulkan alat dan bahan terlebih dahulu.

2. Menyiapkan aktivator pengomposan. Aktivator (Orgadec atau Promi) dilarutkan ke dalam air sesuai dosis yang dibutuhkan.

3. Membuat lubang sebagai tempat penbuatan kompos.Ukuran lubang disesuaikan dengan banyaknya kompos yang akan dibuat dengan kedalaman sekitar 60-100 cm.

4. Memotong kecil – kecil dedaunan dan bahan lainnya. Agar proses pengomposan berjalan dengan baik dan cepat maka dedaunan harus dipotong kecil – kecil terlebih dahulu.

5. Mencampurkan dedaunan dengan kotoran sapi. Dedaunan yang sudah dipotong dicampurkan dengan kotoran sapi yang telah disiapkan.

6. Memasukkan campuran tersebut ke dalam lubang yang telah di siapkan.

7. Menyiram media tersebut setiap hari dengan air secukupnya. Agar proses pengomposan berjalan dengan baik, maka media kompos harus mengandung air sekitar 50%.

8. Menutup media tersebut dengan plastik yang telah disiapkan.

9. Setelah 3 minggu kompos siap di panen. Setelah 3 minggu atau media kompos berwujud lumpur hitam yang mengandung air sekitar 50%,kompos siap dipanen.

10. Mengeringkan media tersebut dengan cara di jemur sampai kering.

11. Mengayak kompos tersebut. Setelah kompos kering kompos tersebut diayak agar memperoleh kompos yang halus.

12. Mengemas kompos tersebut ke dalam kantong plastik ukuran ½ kg.

3.3.Cara Meningkatkan Kualitas Kompos

Pengolahan kompos untuk meningkatkan kualitas kompos antara lain dapat dilakukan dengan cara: pengeringan, penghalusan, penambahan dengan bahan kaya hara, penambahan dengan mikroba bermanfaat, pembuatan granul, dan pengemasan.
Pengeringan
Pengeringan berfungsi untuk mengurangi kadar air kompos. Kompos yang baru dipanen kandungan airnya berkisar antara 60 – 70 % atau dapat lebih tinggi lagi apabila terkena air hujan. Kadar air kompos menurut SNI adalah < 50% atau <20% menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 02/Pert/HK.060/2/2006. Kadar air yang tinggi berakibat pada tingginya bobot kompos. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya biaya pengemasan, biaya angkut, maupuan biaya aplikasi di lapangan. Pengeringan kompos dapat dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan mesin pengering.
Penghalusan
Meskipun kompos telah dikeringkan, tetapi ukurannya biasanya masih cukup besar dan tidak seragam. Kompos yang telah kering dapat dihaluskan untuk memperkecil ukuran kompos. Penghalusan dapat dilakukan secara manual, yaitu dengan meremasnya atau menumbuknya. Penghaluskan dapat pula dilakukan dengan bantuan mesin penghalus kompos.
Penambahan Bahan-bahan Kaya Hara
Kompos dapat diperkaya dengan menambahkan bahan-bahan lain yang kaya hara, baik mineral alami maupun bahan organik lain. Bahan-bahan mineral  yang kaya hara antara lain: dolomit atau kiserit untuk meningkatkan kandungan Mg, fosfat alam untuk meningkatkan kandungan P, dan zeolit untuk meningkatkan KTK (Kapasitas Tukar Kation) kompos.
Penambahan Mikroba yang Bermanfaat Bagi Tanaman
Kompos dapat diperkaya dengan menambahkan mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi tanaman. Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupaun penyerapan unsur hara bagi tanaman.


BAB IV
PENUTUP

4.1. Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim penyusun karya tulis ilmiah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah tangga, sampahsampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll.

4.2. Saran

Setelah melakukan penelitian dan penyusunan laporan, tim penyusun menyarankan agar nantinya para pembaca dapat menerapkan prinsip dasar pengomposan limbah padat organik, khususnya pengomposan aerobic; beberapa teknologi pengomposan, prosedur pengomposan, dan bagaimana meningkatkan kualitas kompos.

DAFTAR PUSTAKA

Apriadji, Wied Harry. 1989. Memproses Sampah. Seri Teknologi. Cet. keXX11. Penebar Swadaya
Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. SNI 1970302004
Djuarnani, Nan; Kristian & Setiawan, B.D., 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Kiat Mengatasi Permsalahan Praktis. Agromedia Pustaka.
Isroi dan Happy Widiastuti. 2005. Kompos Limbah Padat Organik.
Murbandono. 2006. Membuat Kompos. Edisi Revisi. Cet. keXXXII.
Penebar Swadaya. 
Musnawar, Effi Ismawati. 2006. Seri Agriwawasan. Pupuk Organik. Cet. keIV. Penabar Swadaya.
Purwendro, Setyo & Nurhidayat. 2006. Seri Agritekno. Mengolah Sampah untuk Pupuk & Pestisida Organik. Penebar Swadaya.
Simamora, Suhut & Salundik, 2006. Meningkatkan Kualitas Kompos. Meningkatkan Kualitas Kompos. Kiat Menggatasi Permasalahan Praktis. Agromedia Pustaka.
Sofian. 2006. Sukses Membuat Kompos dari Sampah. Agromedia Pustaka.
Sudrajat. 2006. Seri Agritekno. Mengelola Sampah Kota. Penebar Swadaya
Yowono, Dipo, 2006. Kompos, Seri Agritekno. Penebar Swadaya



1 comment:

  1. Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone : 085365566333
    PIN : d2e26405

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    ReplyDelete

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat