Monday, October 20, 2014

Macam Pondasi Yang Cocok Untuk Tanah Rawa

Pada sebuah bangunan rumah, pondasi merupakan bagian yang tidak terlihat. Karena tidak terlihat maka sebagian orang menganggap hal ini tidak penting. Padahal, jika ditinjau dari segi kekuatan bangunan, pondasi menjadi ujung tombak dari kuat tidaknya suatu bangunan.  Sedangkan dari segi estetika,  pondasi tidak berperan sama sekali. Namun demikian tidak akan ada artinya sebuah rumah yang indah tanpa didukung oleh pondasi yang kuat. Kesalahan dalam penentuan pemilihan pondasi yang digunakan akan membutuhkan biaya perbaikan yang sangat besar bila pondasi rumah yang digunakan mengalami kegagalan/kerusakan.

Berdasarkan dari definisinya,  pondasi adalah bagian dari bangunan yang letaknya paling bawah yang berfungsi meneruskan beban di atasnya kepada tanah yang dipijaknya. Karena pondasi berhubungan langsung dengan tanah, maka pemilihan pondasi akan sangat dipengaruhi kondisi tanah  pada daerah tersebut.

Secara garis besar tanah dibagi tiga jenis :
1.       Tanah Cadas (berbatu)
2.       Tanah Liat (tanah sawah dan kebun)
3.       Tanah Gambut (tanah rawa)

Untuk tanah cadas dan liat, biasanya tidak banyak masalah untuk pondasi rumah, hal ini karena daya dukung tanah cadas dan liat cukup besar serta mudahnya pengerjaannya. Sedangkan untuk jenis tanah gambut/rawa, pengerjaan pondasi lebih sulit karena kita akan berhadapan dengan volume air tanah yang sangat besar serta daya dukung tanah yang sangat kecil.

Pondasi yang sesuai untuk bangunan di tanah gambut/rawa-rawa adalah:
1.       Pondasi Tiang Pancang Kayu
 Pondasi tiang pancang kayu merupakan pondasi yang paling murah dari ketiganya, pondasi ini hanya sesuai untuk bangunan sederhana sampai dengan bangunan permanen bertingkat maksimum dua lantai. Untuk lebih dari dua lantai digunakan pondasi tiang pancang beton dan sumuran. Pada pondasi tiang pancang kayu yang harus diperhatikan adalah posisi dari tiang pancang harus selalu terendam air sepanjang tahun.  Pada musim kemaraupun,  pondasi ini harus tetap terendam air.  Keberadaan air tersebut berfungsi melindungi kayu dari zat asam yang dibawa oleh udara.  Dengan kondisi kayu yang selalu terendam air sepanjang tahun maka kayu akan terlindung dari kerusakan/kebusukan. Untuk bagian pondasi yang tidak terendam air digunakan pondasi beton bertulang.
2.       Pondasi Sumuran
 Pondasi sumuran merupakan urutan kedua termurah dari ketiga jenis pondasi diatas. Pada pengerjaan pondasi sumuran, digunakan cincin sumuran yang terbuat dari beton bertulang.  Proses pengerjaan/pembuatannya dilakukan  di atas muka tanah.  Setelah pondasi kering dan mengeras,  dilanjutkan dengan penggalian lubang pondasi, tepat di bawahnya.  Setelah pondasi masuk ke dalam tanah sampai ke lapisan tanah keras,  maka lubang dari sumuran tersebut dicor dengan beton cyclope (campuran semen pasir dan batu mangga).
3.       Pondasi Tiang Pancang Beton
 Pondasi tiang pancang beton memerlukan biaya yang sangat besar, karena pengerjaannya memerlukan alat-alat berat. Memiliki kemampuan yang besar dalam menahan beban. Biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat tinggi, yaitu lebih dari tiga lantai.  Sangat jarang digunakan pada bangunan rumah tinggal umumnya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat