Sunday, October 12, 2014

LAPORAN BIOKIMA DETEKSI KADAR GULA DARAH


JUDUL PRAKTIKUM : DETEKSI KADAR GULA DARAH
TUJUAN PERCOBAAN :
           Mengetahui dan memahami cara menguji gula di dalam darah sebagai dasar dari keahlian di bidang Biokimia klinik

DASAR TEORI
            Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa, karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam, glukosa terdapat dala buah-buahan dan madu lebah. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi tetap, yaitu antara 70 – 100 mg tiap 100 ml darah. Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makan-makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. Pada penderita diabetes melitus, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml darah.
             Gula darah pada orang sehat dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dalam darah masuk ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang  tinggi dapat berarti bahwa pankreas tidak memproduksi cukup insulin, atau jumlah insulin cukup namun tidak bereaksi secara normal. Hal ini disebut dengan resistensi insulin.
             Level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal, yang disebut dengan hipoglikemia, yang mempunyai gejala perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung dan kehilangan kesadaran. Apabila levenya tetap tinggi, disebut dengan hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan, berkaitan dengan diabetes, termasuk pada mata, ginjal dan saraf.
              Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk membutuhkan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di hati, kemudian sel-sel in mengubah glikogen menjadi glukosa
              Manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk prosesrespirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksidadilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkanuntuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungangas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuhmelalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolusyang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukarangas. Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paruorang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160m 2 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.
            Hemoglobin merupakan komponen penting dalam kaitannya dengan pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme.Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi bahan-bahan pembangun tubuh dan energi.
           Hemoglobin dapat mengikat 4 atomoksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme pada ikatan koordinasi kelima. Hemoglobin terikat pada oksigen disebutHemoglobin teroksigenasi (HbO
2), sedangkan hemoglobin yang telah melepasoksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil pembakaran yang tidak sempurna disebut karbon monoksida (Co) dan disebutkarbon monoksida hemoglobin (HbCo). Dalam keadaan lain muatan atom Fe yangterdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karenaoksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobinteroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe3+). Beberapa derifat dari Hbmisalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran, pada pengenceran ini oksiHb terlihat berwarna merah kekuningan, Hb berwarnamerah kecoklatan danHbCo berwarna merah terang. 

ALAT DAN BAHAN
Alat : 
Tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Gelas ukur
Penangas air
Siopwatch
Sentrifus
Beakr glass
Spektrofotometer + cuvette
Bahan :                                     Larutan Fehiling a dan b
                                                 Larutan Aquadestt                               
                                                 Sampel darah manusia
                                                 Glukosa
  
Data Hasil Pengamatan

1.      Metode Spektrofotometri
Percobaan
Hasil
-    0,5 ml darah + 2 ml aquadest


-    Disentrifugasi



-    Lapisan atas + 1 ml Fehling A dan Fehling B

-    Dipanaskan


-   Diambil 4 tetes + 2 ml aquadest, diukur Absorbansi darah dan aquadest pada panjang gelombang 540 nm dengan spektrofotometer UV-Vis

Larutan berwarna coklat-kemerahan

Terbentuk 2 lapisan, lapisan atas bening, lapisan bawah endapan

Larutan berwarna biru


Larutan biru pekat mirip blanko 0,1 mg/mL

A air = -0,16
A darah = 0,12
Rentang = 0,28

Data Pengukuran Absorbansi
x
y
0
0
1
0,09
0,5
0,049
0,25
0,02
0,2
0,022
0,15
0,012
Keterangan :
x : konsentrasi glukosa (mg/mL)
y : Absorbansi (0,28)

-          Perhitungan Kadar Gula Darah
Y              = 0,0909 X + 0,0004
0,28          = 0,0909X + 0,0004
0,0909 X  = 0,28-0,0004
X              = 0,2796 / 0,0909
X              = 3,075 mg/mL (sampel)

PEMBAHASAN
            Uji glukosa darah pada praktikum ini menggunakan metode spektofotometri. Menurut (Syabatini 2010), spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer merupakan alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
           Gula darah ini merupakan suatu istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah sebagai sumber energi untuk sel-sel tubuh. Meskipun disebut sebagi gula darah, selain glukosa, ditemukan juga jenisjenis gula lainnya, seperti glukosa dan galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa yang diatur insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dari darah masuk ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang tinggi dapat berarti bahwa pankreas kita tidak membuat cukup insulin. Atau, jumlah insulinnya cukup namun tubuhnya tidak bereaksi secara normal. Ini disebut ‘resistansi insulin. Apa pun alasannya, sel-sel tidak memperoleh glukosa secukupnya untuk dijadikan tenaga, dan glukosa menumpuk dalam darah.
         Metode yang digunakan pada saat praktikum adalah metode spektrofotometer. Dengan megambil sampel yang sebelumnya telah ditambah fehling a dan b dan dipanaskan  dan diukur kadarnya melalui pembacaan pada spektrofotometer denagn panjang gelombang 540 nm.
           Saat pemanasan sampel darah, terbentuk warna coklat yang merata , dan setelah di sentrifus selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm , terbentuk larutan coklat muda dan terbentuk endapan. Jadi guna kita mensentrifus yaitu untuk memisahkan endapan dengan fase cair.
            Setelah semua disentrifus maka akan terlihat fase endapan dan fase cair yang memisah. Lalu diambil sedikit bagian dari plasma. Ditambah feling A dan fehling B. Setelah dipanaskan akan terbentuk perbahan warna dari biru jadi biru kehitaman. Lalu diambil 4 tetes sampel plasma berikutnya , diencerkan dengan 2 ml aquadest dan diuji kadar gula dengan spektrofotometer UV yang menghasilkan absorbansi -0,16 - (+0,12) = 0,28.
KESIMPULAN
1.      Metode yang digunakan pada saat praktikum adalah metode spektrofotometer. Dengan megambil sampel yang sebelumnya telah ditambah fehling a dan b dan dipanaskan  dan diukur kadarnya melalui pembacaan pada spektrofotometer denagn panjang gelombang 540 nm.
2.      Jadi proses sentrifus berguna  untuk memisahkan endapan dengan fase cair.
3.      Panjang gelombang yang digunakan untuk mengukur di alat spektrofotometer adalah 540 nm.
4.      Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makan-makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula
5.      Absobansi air yang duhasilkan adalah 0,16 dan absorbansi sampel darah yang dihasilkan adalah 0,12
  
DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2004. Gula dan Lemak Darah. Yayasan Spiritia: Jakarta
Poedjiadi. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press
Girinda A. 1989. Biokimia Patologi. Bogor: IPB Press
Girindra A.1988. Biokimia I. Jakarta : Gramedia
Achjadi K. 2003. Penyakit Gangguan Metabolisme. Bogor : IPB Press.





No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat