Monday, September 8, 2014

Teori Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Bumi

Minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup, sehingga disebut bahan bakar fosil. Proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama sehingga termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi sering disebut dengan emas cair karena nilainya yang sangat tinggi dalam peradaban modern. Pertanian, industri, transportasi, dan sistem-sistem komunikasi sangat bergantung pada bahan bakar ini, sehingga berpengaruh pada seluruh kegiatan kehidupan suatu bangsa.
Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber utama energi dunia, yaitu mencapai 65,5%, selanjutnya batubara 23,5%, tenaga air 6%, serta sumber energi lainnya seperti panas bumi (geothermal), kayu bakar, cahaya matahari, dan energi nuklir. Negara yang mempunyai banyak cadangan minyak mentah (crude oil), menempati posisi menguntungkan, karena memiliki banyak persediaan energi untuk keperluan industri dan transportasi, disamping pemasukan devisa negara melalui ekspor minyak. Minyak bumi disebut juga petroleum (bahasa Latin: petrus = batu; oleum = minyak) adalah zat cair licin, mudah terbakar dan sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Kandungan hidrokarbon dalam minyak bumi berkisar antara 50% sampai 98%. Sisanya terdiri atas senyawa organik yang mengandung oksigen, nitrogen, dan belerang.
Ada tiga macam teori yang menjelaskan proses terbentuknya minyak dan gas bumi, yaitu:
(1) Teori Biogenetik (Teori Organik)
Menurut Teori Biogenitik (Organik), disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah endapan Lumpur. Endapan Lumpur ini kemudian dihanyutkan oleh arus sungai menuju laut, akhirnya mengendap di dasar lautan dan tertutup Lumpur dalam jangka waktu yang lama, ribuan dan bahkan jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, dan tekanan lapisan batuan di atasnya, maka binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
(2) Teori Anorganik
Menurut Teori Anorganik, disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk akibat aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang terkubur akibat adanya aktivitas bakteri berubah menjadi zat seperti minyak yang berisi hidrokarbon.
(3) Teori Duplex
Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori Duplex yang banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati. Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati.
Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).
Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).
Teori Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Bumi

Teori Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam

Sekilas


· Minyak bumi, gas alam dan batubara disebut bahan bakar fosil karena berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup.
· Merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena proses pembentukannya  memerlukan waktu yang sangat lama (unrenewable).

Teori Proses Terbentuknya Minyak Bumi dan Gas Alam
1.Teori Biogenesis / Organik
2.Teori Abiogenesis / Anorganik
3.Teori Duplex

1. Teori Biogenesis / Organik
· Macqiur (Prancis, 1758), MW Lamanosow (Rusia, 1763)
Mengemukakan bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan

· New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938), dan Hofer
Mengemukakan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.
Menurut teori ini :
o   Minyak bumi dan gas alam terbentuk dari ragam binatang dan tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah endapan lumpur.
o   Endapan lumpur kemudian dihanyutkan arus sungai menuju laut.
o   Lalu mengendap di dasar lautan dan tertutup lumpur dalam waktu yang sangat lama.
o   Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, tekanan lapisan batuan di atasnya, maka binatang dan tumbuhan mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.


2. Teori Abiogenesis / Anorganik
· Barthelot (1866)
Mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali yang dalam keadaan bebas dengan temperature tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena.

· Mendeleyev (1877)
Mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi.

· Pernyataan lainnya adalah minyak bumi dan gas alam terbentuk akibat aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang terkubur, akibat adanya aktivitas bakteri berubah menjadi zat seperti minyak yang berisi hidrokarbon.
· Pernyataan paling ekstrim adalah minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain.

3. Teori Duplex
· Merupakan perpaduan dari Teori Biogenesis (Organik) dan Abiogenesis (Anorganik)
· Teori ini menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati
· Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati
· Akibat pengaruh waktu, temperature dan tekanan maka endapan lumpur berubah menjadi batuan sedimen
· Batuan sedimen yang berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak disebut sebut sebagai batuan induk (Source Rock)
· Selanjutnya minyak dan gas bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut perangkap (Trap)
· Dalam suatu Trap dapat mengandung :
- minyak, gas dan air
- minyak dan air
- gas dan air
· Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi dalam suatu Trap disebut dengan Assosiated Gas
· Jika gas terdapat sendiri dalam suatu Trap disebut Non Associated Gas
· Akibat perbedaan berat jenis maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah dan air di bagian bawah



Unsur – Unsur Dalam Komponen Minyak Bumi
Karbon                                 83.0  %   -  87.0 %
Hidrogen                              10.0  %   -  14.0 %
Nitrogen                                 0.1  %   -   2.0 %
Oksigen                                  0.05 %   -   1.5 %
Sulfur                                      0.05 %   -   6.0 %

Komponen Penyusun Minyak Bumi
Komponen
Minyak Bumi
% volume
n. Alkana
Sikloalkana
Isoalkana
Aromatik
Residu
Gas
100
-
-
-
-
Bensin
38
43
20
9
-
Kerosin
23
43
15
19
-
Solar
22
48
9
21
-
Minyak Pelumas
16
52
6
24
-
Residu
13
51
1
27
8
Tabel 1. Komponen Minyak Bumi
Sumber : http://ana90.multiply.com/journal/item/5


No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat