Thursday, May 22, 2014

Laporan Praktikum Pemrograman Pernyataan Kondisi

I.          Judul Praktikum         :  Pernyataan Kondisi
II.     Tujuan Praktikum       :
1.      Mahasiswa memahami pengertian dan maksud pernyataan kondisi dalam pemrograman.
2.      Mahasiswa mengetahui macam-macam pernyataan kondisi serta kegunaannya.
3.      Mahasiswa mengetahui pembagian dari macam-macam statement, perbedaan serta kegunaannya.
4.      Mahasiswa mengetahui struktur program untuk membuat pernyataan kondisi.
5.      Mahasiswa dapat membuat program pernyataan kondisi serta dapat menjalankannya.


III.  Flowchart


V.   Program
   Program Tipe_Angka;
   Uses wincrt;
   Var
        x:integer;
  Begin
       Write('Masukan sebuah angka = '); readln(x);
  if (x>0) then
       Writeln(x,' merupakan bilangan positif')
  else
  if (x<0) then
       Writeln(x,' merupakan bilangan negatif')
  else
        Writeln('Angka yang dimasukan merupakan angka nol');
  End.

 
 

VI.   Hasil Program

  


VII.    Pembahasan
              Pada praktikum kali ini, membahas tentang pernyataan kondisi. Pernyataan kondisi bisa dikatakan sebagai suatu pernyataan yang memungkinkan pernyataan tersebut dapat dieksekusi atau dijalankan apabila kondisi yang ditentukan terpenuhi atau tidak. Dalam Turbo Pascal, terdapat beberapa jenis pernyataan kondisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses penyeleksian suatu kondisi. Program tersebut dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari hasil kondisi yang diseleksi tersebut.
Secara umum, cara penyeleksian kondisi terbagi menjadi dua, yakni statement if dan statement case. Statement if biasanya selalu berpasangan dengan kata kunci “then”. Jenis statement ini selalu diikuti oleh ekspresi atau kondisi yang nantinya akan diperiksa kebenarannya. Sementara itu, statement case biasanya digunakan untuk kondisi yang memiliki banyak kasus. Statement ini terdiri dari sebuah ekspresi dan sebuah daftar statement, di mana masing-masing statement tersebut selalu diawali dengan sebuah nilai.
Pada statement if, ada tiga jeni struktur seleksi yang dapat kita gunakan. Struktur seleksi yang pertama yakni struktur seleksi sederhana. Jenis struktur ini selalu menggunakan kata penghubung “if” dan “then” tanpa ada embel-embel tambahan lainnya. Struktur sederhana ini digunakan jika kondisi yang akan diseleksi hanya ada satu dan pasti terpenuhi. Jika kondisinya terpenuhi, maka statement yang mengikuti kata then akan segera diproses. Namun, jika ternyata kondisinya tidak terpenuhi, maka program yang dibuat tidak akan dapat dijalankan. Dalam statement if, apabila statement yang akan dilakukan hanya satu, maka kita tidak perlu menuliskan blok begin…end. Tetapi apabila statementnya lebih dari satu, maka kita perlu menuliskan blok begin…end. Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi sederhana.

Ada beberapa contoh program yang dibuat yakni program untuk menentukan apakah suatu bilangan bulat yang akan diinputkan nantinya merupakan bilangan bulat positif. Di sini, dapat kita ketahui bahwa hanya ada satu kondisi yang diharapkan yakni bilangan bulat positif. Seperti yang kita ketahui bahwa jika kita hendak menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan positif atau tidak, kita dapat menggunakan kondisi seperti ini : x > 0. Kondisi ini dipilih karena angka-angka yang nilainya lebih besar dari nol termasuk ke dalam kelompok bilangan bulat positif. Berdasarkan penjabaran sebelumnya, yang diharapkan pada program ini hanya bilangan positif saja. Maka pada program yang akan dibuat nantinya, hanya ada satu statement yang akan diproses. Jika kondisi yang diberikan tersebut benar atau terpenuhi, maka statement yang ada akan segera diseleksi. Tipe ini dipilih karena angka yang akan diinputkan nanti berupa bilangan bulat, bukan bilangan desimal atau pecahan Namun jika ternyata kondisinya tidak memenuhi, maka  tidak  akan  ada   pernyataan  yang  muncul  di  lingkungan  if-then. Langkah awal dalam membuat program ini adalah membuat judul program, lalu tuliskan uses wincrt lalu jenis deklarasi yang digunakan yakni variabel. Hal ini dikarenakan data yang diinputkan nanti sifatnya fleksible dan bebas sehingga kita tidak perlu langsung memasukkan besarnya angka pada program di atas. Pada program ini, tipe data yang digunakan yakni integer.. Selanjutnya pada bagian begin kita tuliskan write(‘masukkan sebuah anagka:’) dan kita gunakan “readln (x)” untuk memanggil variabel x agar pada saat program dijalankan, kita bisa menginputkan nilai x. Dan dilanjutkan dengan enuliskan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) itu artinya hasil program akan tampil bilangan positif apabila angka yang diinputkan pada hasil program adalah >0. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program.
            Kedua yaitu  struktur seleksi umum. Struktur ini selalu menggunakan kata penghubung “if-then” dan “else”. Struktur ini biasanya digunakan untuk menyeleksi dua  kasus.  Jadi  pada  saat  program  dijalankan,  jika  statement pertama tidak memenuhi sebuah kondisi maka statement kedua yang letaknya setelah kata else akan segera dieksekusi kembali. Pada struktur ini, baik yang bernilai benar maupun salah akan tetap dieksekusi oleh proses khusus. Namun proses khusus pada kondisi yang bernilai benar tidak akan  diproses  pada  kondisi yang bernilai salah, begitu juga sebaliknya.
Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi umum.
  If (kondisi) then
            (statement 1)
  Else
            (statement 2)
 
 Jika contoh program pada statement if-then menanyakan apakah bilangan yang akan diinputkan merupakan bilangan positif, maka pada contoh program statement if-then-else ini yang ditanyakan yaitu apakah bilangan yang akan diinputkan nantinya merupakan bilangan positif atau negatif. Jadi disini akan digunakan variable (x>0) merupakan bilangan positif dan selalin itu adalah bilangan negative. Sehingga apabila kita memasukkan angka 1 atau lebih maka merupakan bilangan positif dan sebaliknya apabila kita memasukkan angka -1 atau lebih kecil maka merupakan bilangan negative.  Format yang dibuat pada program ini yang pertama yaitu dengan menuliskn program beserta judul program dilanjutkan dengan uses wincrt yang bertujuan agar dapat dibaca oleh windows. Pada program ini digunakan variable x dengan tipe data yaitu integer, dimana ketika angka yang akan diinputkan nanti berupa bilangan bulat, bukan bilangan desimal atau pecahan. Setlah itu dilanjutkan dengan begin, yaitu dengan menuliskan write(‘masukkan sebuah angka:’) lalu readln(x) untuk memanggil variable x yang memiliki tipe data integer. Setelah itu menuliskan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) else writeln(x,’merupakan bilangan negatif’) dan semuanya diakhiri dengan titik koma. Terakhir yaitu end. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program. Misalkan kita memasukkan angka yang bernilai negative seperti dimasukkan yakni angka -3. Dan ternyata terbukti bahwa angka -3 memang merupakan bilangan negatif dan begitupun sebaliknya jika kita memasukkan angka yang bernilai positif. Angka -3 tersebut bukanlah angka mutlak, kita bisa memasukkan angka lainnya seperti angka 6, -9, -10, 33, 8, dan sebagainya. Jika kita masukkan angka lebih besar dari nol maka pernyataan yang muncul yakni bilangan positif. Tetapi jika kita masukkan angka lebih kecil dari nol maka pernyataan yang muncul yakni bilangan negatif.
  If  (kondisi 1) then
            Statement 1
  If (kondisi 2) then
            Statement 2
  Else
            Statement 3
 
 Struktur ketiga dari statement if yakni struktur seleksi bersarang (nested if). Struktur ini digunakan jika suatu statement if terdapat di dalam statement if lainnya. Pada struktur ini, kita tetap menggunakan kata penghubung if, then, dan else. Namun statement yang ada jumlahnya lebih dari dua. Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi bersarang. 
Program ini merupakan program unruk menentukan apakah angka yang diinputkan merupakan bilangan positif, bilangan negative atau angka nol. Pada program ini ada dua kondisi yang digunakan. Kondisi pertama yaitu x > 0 dan kondisi kedua yaitu x < 0. Kita menggunakan x > 0 untuk menentukan apakah bilangan yang diinputkan merupakan bilangan positif. Sedangkan x < 0 digunakan untuk menentukan apakah bilangan yang diinputkan merupakan bilangan negatif. Jadi angka yang diinputkan tidak termasuk ke dalam dua kondisi di atas, maka otomatis angka itu adalah nol. Jadi kita tidak perlu lagi menuliskan if (x = 0) then.
Dalam membuat program seperti ini, ada hal penting yang harus diingat. Statement “Writeln(‘…….’)” yang terletak sebelum kata else tidak boleh diberi tanda titik koma (;) di akhir penulisannya karena jika tanda titik koma ini diberikan, maka program tidak bisa dijalankan. Aturan ini sudah menjadi hal yang wajib untuk dipatuhi dalam Turbo Pascal.
Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar seperti yang tertera di atas maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program. Langkah-langkah yang harus dituliskan dalam pembuatan programnya yaitu pertama tuliskan program beserta judulnya, lalu uses wincrt, kemudian kita gunakan variable x:integer, selanjutnya pada begin kita tuliskan write(‘masukkan sebuah angka:’);readln(x); readln disini berfungsi untuk memanggil variable x yang bernilai integer. Kemudian masukkan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) dibawahnya dilanjutkan kembali else, if(x<0) then writeln(x,’merupakan bilangan negatif’) else writeln(‘angka ini adalah angka nol’). Terakhir yaitu seperti biasa dilanjutkan dengan end kemudian klik Run untuk melihat hasil programnya.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, cara penyeleksian kondisi terdiri dari statement if dan statement case. Statement if telah dijelaskan panjang lebar pada penjabaran-penjabaran di atas. Maka selanjutnya, materi yang dijelaskan yakni tentang statement case. Statement case biasanya digunakan untuk kasus yang memiliki banyak statement. Sebenarnya, program denga bentuk yang banyak statement ini bisa kita buat dengan menggunakan statement if. Tapi hasilnya akan terlihat rumit dan tidak rapi. Maka dari itu, digunakanlah statement case sebagai bentuk alternatif. Jadi meskipun statement yang diperlukan berjumlah lebih dari 5, kita tetap bisa membuat programnya dengan rapi melalui statement case.
  Case variable kondisi of
  Daftar case-label 1;statement 1;
  Daftar case-label 2;statement 2;
  Dafter case-label 3;statement 3;
  ….
  ….
  Dafter case-label n;statement n;
  End;{end dari case}
 
Berikut ini bentuk umum dari statement case.

  Program Tipe_Angka;
  Uses wincrt;
  Var
        nilai:char;
  Begin
          Write('Nilai yang diperoleh ialah '); readln(nilai);
  case upcase(nilai) of
          'A':Write('Sangat Baik');
          'B':Write('Baik');
          'C':Write('Cukup');
          'D':Write('Kurang');
          'E':Write('Sangat Kurang');
  End;
  End.

 
Contoh program yakni tentang program untuk menetukan nilai keterangan dari karakter yang diberikan. Jika kita menginputkan nilai A, maka pernyataan yang muncul adalah Sangat Baik. Jika kita menginputkan nilai B maka pernyataan yang muncul yakni Baik. Begitu juga seterusnya untuk C, D, dan E. Dibawah ini merupakan format penulisan programnya:
 Pada program di atas, kita menggunakan kata End sebanyak dua kali. Hal ini dikarenakan, kata End yang pertama digunakan untuk mengakhiri case of, sedangkan kata End yang kedua digunakan untuk mengakhiri program. Selain itu, pada program tersebut juga terlihat bahwa kita menggunakan kata “upcase”. Kita ini dituliskan jika data yang kita inputkan berupa huruf. “upcase” ini fungsinya untuk menjelaskan bahwa huruf yang kita masukan, baik dalam bentuk capital atau tidak, akan bernilai sama. Jadi meskipun pada program di atas kita menginputkan a, b, c, d, atau e, hasilnya tetap sama jika kita menginputkan A, B, C, D, atau E. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar seperti yang tertera di atas maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program.
            Contoh program terkahir yakni program untuk menghitung nilai akhir mahasiswa. Dalam program ini, kita diharuskan untuk menginput nilai tugas (20%), nilai kuis (20%), nilai UTS (20%), dan nilai UAS (40%). Kemudian outputnya berupa nilai huruf beserta keterangannya. Jika A maka Sangat Baik, jika B maka Baik, jika C maka Cukup, jika D maka Kurang, jika E maka Sangat Kurang, dan jika F maka Error. Langkah pertama yang harus kita lakukan yakni kita terlebih dahulu mendeklarasikan setiap variabel yang dibutuhkan. Dalam program ini, variabel yang digunakan yakni a, b, c, dan d yang mewakili nilai tugas, nilai kuis, nilai UTS, dan nilai UAS. Keempat variabel ini menggunakan tipe data integer. Kemudian kita juga menggunakan variabel x untuk mewakili nilai akhirnya. Variabel x ini menggunakan tipe data real karena besar kemungkinan hasil perhitungan nanti dalam bentuk bilangan pecahan. Setelah mendeklarasikan setiap variabel, selanjutnya kita deskripsikan perintah apa saja yang diperlukan dalam program ini. Pertama, tentu kita harus memanggil variabel a, b, c, dan d agar data-data yang diperlukan dapat diinputkan. Selanjutnya, kita tulis rumus perhitungannya lalu panggil nilai x untuk menunjukkan hasil perhitungannya.
   
VIII.     Kesimpulan
1.      Pernyataan kondisi pada turbo pascal dieksekusi atau dijalankan hanya jika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi atau tidak.
2.      Berdasarkan strukturnya, statement if terbagi ke dalam tiga jenis. Jenis pertama untuk satu kasus, jenis kedua untuk dua kasus, dan jenis ketiga untuk seleksi bersarang di mana terdapat suatu kasus di dalam kasus lainnya
3.      Statement case digunakan  untuk  melakukan pemilihan terhadap kondisi yang sangat kompleks dan tebagi menjadi dua yakni statement case-of dan statement case-of-else.
4.      Ada  dua  cara  yang dapat  digunakan dalam proses penyeleksian kondisi yaitu statement if dan statement case. Keduanya ini memiliki fungsi dan kegunaanya masing-masing.
5.      Statement if  dan statement case dalam membuat suatu program dapat  digunakan dalam satu program sekaligus apabila letak dan struktur keduanya disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.


LAMPIRAN
3.Sebuah minimarket MURAH BANGET memberikan diskon awal tahun pada pembelinya. Jika pembeli berbelanja sebesar Rp300.000 atau lebih maka pembeli mendapat diskon sebesar 20%. Jika tidak maka pembeli harus membayar sebesar total harga awal.
Buatlah program yang menghitung total pembayaran pembeli setelah diberi diskon sesuai dengan persyaratan besar belanja pelanggan tersebut. Dengan inputan berupa besar belanja sebelum diskon dan outputnya adalah total pembayarannya!!
1.   Deskripsi Program
Program ini berjudul “Program Menghitung_Total_Pembayaran;” Program ini digunakan untuk menentukan total pembayaran yang harus dibayar oleh para pembeli pada sebuah minimarket. Persyaratannya jika pembeli berbelanja dengan total harga Rp300.000 atau lebih maka pembeli akan mendapatkan diskon sebesar 20% dari harga belanjaannya, tetapi jika total belanjanya di bawah Rp300.000 maka pembeli tidak akan mendapatkan potongan harga sedikitpun. Pembeli tetap membayar sebesar total harga awal. Jadi, program ini akan menampilkan output berupa total pembayaran yang harus dibayar pembeli dengan inputnya berupa total harga belanja sebelum diskon.
Setelah menuliskan judul program dan unit yang digunakan, selanjutnya kita deklarasikan data-data apa saja yang diperlukan dalam membuat program menghitung total pembayaran ini. Dalam program ini, jenis deklarasi yang digunakan hanya variabel (Var). Hal ini dikarenakan data yang digunakan bersifat fleksible yakni dapat berubah-ubah sesuai permintaan dan dapat diinputkan pada saat program dijalankan. Beda halnya jika menggunakan deklarasi konstanta yang datanya sudah ditentukan dan harus dituliskan pada program sebelum program tersebut dijalankan.
Pada program ini, variabel yang akan dideklarasikan yaitu x dan y. x digunakan untuk mewakili total harga belanja yang akan diinputkan. Sedangkan y digunakan untuk mewakili total pembayaran setelah mendapatkan diskon sebesar 20%. Agar program dapat berjalan dengan baik, kedua variabel ini menggunakan tipe data real. Tipe data ini dipilih karena kemungkinan besar total belanja yang diinputkan serta total pembayaran setelah mendapat diskon akan berupa bilangan pecahan.
Selanjutnya menulis deskripsi perintah-perintah yang diperlukan dalam membuat program. Perintah pertama diawali dengan menginputkan total belanja sang pembeli. Agar dapat menginputkan total belanjanya, kita harus memanggil variabel x dengan cara menuliskan perintah readln (x). Lalu, kita masukkan rumus untuk mencari total pembayaran setelah mendapatkan diskon. Rumus yang digunakan yakni y = x – (20%.x).
Berhubung program yang dibuat ini berkaitan dengan pernyataan kondisi, maka kita tidak bisa langsung menuliskan Writeln(‘…’,y:0:2);. Kita harus ingat bahwa output yang diinginkan ada dua kemungkinan. Bisa berupa total pembayaran setelah diskon (y) atau juga bisa berupa total harga awal yang tidak mendapatkan diskon (x). Karena kemungkinannya ada dua, maka kita gunakan struktur if-else. Pada program ini, yang bertindak sebagai kondisi yakni jika x lebih besar atau sama dengan 300000 (ditulis dengan x >= 300000). Sedangkan yang bertindak sebagai statement pertamanya yakni total pembayaran setelah mendapatkan diskon (y). Sementara itu, yang bertindak sebagai statement keduanya adalah total harga awal yang tidak mendapatkan diskon (x). Penulisan “Writeln(‘…..’);” dapat dilihat pada bagian program.Setelah program selesai dibuat, kita simpan program ini dengan menggunakan nama pemrogram sebagai nama filenya. Kemudian untuk melihat hasil programnya, kita bisa klik Menu Run lalu klik sub-Menu Run. Secara otomatis akan muncul hasil programnya.
 4. Program
Program Menghitung_Total_Pembayaran;
Uses wincrt;
Var
     x,y:real;
Begin
     Write('Total Belanja = '); readln(x);
     y:=x-(0.2*x);
if (x>=300000) then
     Writeln('Total yang harus dibayar = ',y:0:2)
else
     Writeln('Total yang harus dibayar = ',x:0:2);
End.
 
 




5. Hasil Program






No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat