Monday, May 5, 2014

Laporan Praktikum Pemrograman Pengenalan Turbo Pascal

I.   Judul Praktikum           : Pengenalan Turbo Pascal
II. Tujuan Praktikum        :
      1.
Mahasiswa  mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Turbo Pascal.
art
      2. Mahasiswa mengetahui struktur program pascal.
      3. Mahasiswa mengetahui tipe data pada pascal.
      4. Mahasiswa apat membuat suatu program.

      5. Mahasiswa mengetahui jenis-jenis identifier Turbo Pascal.
III. Flowchart

V. Program

Program Buktikan;
uses wincrt;
Const
            x=10;
Var
            y:real;
Begin
            y:=5*x+2;
            Writeln(‘y:’,y:0:2);
            Writeln(‘terbukti’);
End.

VI.Hasil Program
Pemrograman Pengenalan Turbo Pascal
VII. Pembahasan
  Pada praktikum kali ini kami membahas mengenai Bahasa Pemrograman Pascal. Pascal merupakan salah satu dari beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Level Language) yang terstruktur. Untuk mengaplikasikannya, kita perlu memasukkan bagian-bagian struktur tersebut secara berurut dan benar agar dapat dijalankan. Bahasa Pemrograman Pascal pertama kali dibuat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Banyak program yang bisa kita buat melalui program Turbo Pascal, salah satunya yakni program perhitungan seperti program untuk menghitung luas dan volume dari suatu bangun ruang.
Berikut ini urutan struktur pemrograman bahasa Pascal yang benar.
Program                …; {deklarasi nama program}
Uses                      …: {deklarasi penggunaan unit}
Label                     …; {deklarasi label}
Const                     …; {deklarasi konstanta}
Type                      …; {deklarasi tipe data}
Var                        …; {deklarasi variabel}
Procedure             …: {deklarasi prosedur}
Function               …; {deklarasi fungsi}
Begin
Statement             …; {tempat menuliskan program}
End.
 Ada beberapa struktur bahasa pemrograman Pascal, diantaranya:
Pertama bagian judul program. Bagian judul program merupakan tempat untuk mendefinisikan nama atau judul program yang akan dibuat. Dalam menuliskan judul program, diawali dengan menuliskan “Program” kemudian diikuti judul program yang akan dibuat dengan ketentuan tidak boleh menggunakan karakter khusus kecuali underscore Biasanya judul program ditulis dengan format seperti ini : Program Nama_Program;. Kata “Nama_Program” merupakan kata yang digunakan untuk memberi nama pada program yang hendak dibuat. Kata itu sifatnya fleksibel sehingga dapat diganti-ganti sesuai dengan program apa yang akan dibuat. Dalam menuliskannya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, kita tidak boleh menggunakan spasi untuk memisahkan kata per katanya sehingga jika judul programnya lebih dari satu kata maka kita bisa menggunakan tanda garis bawah (_) untuk menggantikan spasi. Kedua, kita harus menambahkan tanda titik koma (;) di akhir penulisan. Ini merupakan hal yang wajib dalam Turbo Pascal. Tanda titik koma juga wajib ditambahkan di setiap akhir inputan pada bagian deklarasi dan di setiap akhir statement pada bagian deskripsi. Jika kita tidak menambahkan tanda titik koma di akhir penulisan, maka secara otomatis akan muncul pemberitahuan kesalahan. Selain kata “Nama_Program”, pada judul program juga terdapat kata “Program”. Kata ini tidak boleh diubah sebab kata tersebut merupakan salah satu kata yang wajib ada pada struktur penulisan Pascal. Biasanya kata “Program” ditulis dengan huruf tebal. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh penulisan judul program yang benar. Misal kita hendak membuat program untuk menghitung luas lingkaran , maka penulisan judul yang benar yakni Program Luas_Lingkaran;.
Bagian kedua dari struktur penulisan Pascal yakni Deklarasi Program. Bagian ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk mendeklarasikan variabel, konstanta, label, dan lain sebagainya. Secara umum, deklarasi program terdiri atas deklarasi tipe data (Type), deklarasi variabel (Var), deklarasi konstanta (Const), deklarasi label (Label), dan deklarasi sub-program (Procedure and Function). Setiap jenis deklarasi ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Dalam praktikum kali ini, deklarasi yang sering digunakan kebanyakan berupa variabel dan konstanta. Beda keduanya terletak dari cara memasukkan atau menginputkan data. Pada variabel, data yang diinputkan bukan berupa angka, melainkan berupa variabel seperti r (untuk jari-jari), s (untuk sisi), L (untuk luas), dan lain sebagainya. Setiap variabel tersebut nantinya akan dikelompokan ke dalam beberapa tipe data. Itu sebabnya, dengan menggunakan deklarasi ini kita bebas untuk memasukan angka berapapun saat program dijalankan. Sementara itu, pada deklarasi konstanta biasanya data yang diinputkan berupa angka yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan demikian, angka tersebut nantinya tidak dapat diubah-ubah lagi saat program dijalankan. Salah satu contohnya yakni Phi dengan besar nilainya 3,14 atau 22/7. Pada bagian deklarasi, kita cukup menuliskan besarnya Phi seperti ini : Phi=3.14. Dengan demikian, pada saat program dijalankan, angka 3.14 akan menjadi angka mutlak yang tidak dapat diganti dengan angka yang lainnya. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa setiap variabel nantinya akan dikelompokan ke dalam beberapa tipe data. Secara umum, bahasa pemrograman Pascal memiliki 6 tipe data, yakni Integer, Real, Char, Boolean, String, dan Byte. Integer digunakan untuk tipe data yang berupa bilangan bulat. Real digunakan untuk tipe data yang berupa bilangan pecahan atau desimal. Char digunakan untuk tipe data yang berupa abjad dan tanda baca. Boolean digunakan untuk data yang mempunyai nilai benar atau salah. String digunakan untuk tipe data yang terdiri dari beberapa huruf atau katakter. Sedangkan Byte digunakan untuk tipe data yang terdiri dari beberapa angka. Tipe-tipe data ini dapat digunakan sesuai dengan keperluan dari masing-masing pemrogram.
  Ketiga bagian deskripsi atau program utama perintah-perintah. Pada bagian ini berisi perintah-perintah yang berkaitan dengan program yang akan dijalankan.  Pada setiap kode pemrograman, terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi agar program tersebut dapat menjalankan (compile) suatu program tanpa terjadi error.
 Dalam bahasa pemrograman Pascal, terdapat beberapa jenis identifier. Pertama Identifier Umum, merupakan identifier atau pemberi identitas yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Jadi, pemrogram boleh menentukan nama identifiernya dengan syarat nama tersebut tidak sama dengan identifier standard an reserved word. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kesalahan yang bisa timbul akibat tumpang tindih identifier dalam program. Kedua Identifier Standar (baku), identifier standar ini didefinisikan oleh pembuat kompiler Pascal dengan menyediakan suatu library yang sudah ada di dalam kompiler. Library berisi berbagai prosedur, fungsi atau unit yang sudah siap pakai. Masing-masing ckompiler dimungkinkan memiliki identifier yang berbeda untuk suatu tugas yang hamper sama. Beberapa identifier standar yang dimiliki oleh compiler-kompiler Pascal antara lain: abs, arctan, Boolean, char, exp, false, input, integer, output, read, readln, write, writeln, real, rewrite, sqr, sqrt, dan sebagainya. Ketiga Identifier “Reserved Word”, merupakan jenis identifier ini sudah didefinisikan dan digunakan oleh bahasa Pascal sendiri. Kita tidak dapat menamai identifier kita dengan ini. Beberapa contoh identifier reserved word antara lain: and, array, begin, const, div, do, else, end, for, function, if, mod, procedure, program, record, repeat, then, until, var, while, with, dan sebagainya.
    Pada pascal juga terdapat beberapa tipe data sederhana atau dasar yang disediakan oleh Pascal dan sering digunakan, diantaranya Integer, merupakan tipe data berupa bilangann bulat yang terdiri dari beberapa kategori seperti tipe data Byte, shortink, integer, word, longint. Selanjutnya Real, merupakan tipe data berupa bilangan decimal atau pecahan yang bisa dituliskan secara biasa atau model scientific. Tipe data real terdiri dari tipe data real, single, double, extended, dan comp. ketiga Char, tipe data ini berupa alphanumeric dan tanda baca yang penulisannya harus menggunakan tanda kutip tungga. Contoh: ‘A’, ‘=’ dan sebagainya. Lalu ada Boolean (logika), merupakan tipe data yang berisi pernyataan dengan dua kemungkinan, yaitu kemungkinan True/benar atau False/salah. Dan terakhir String, merupakan tipe data yang berupa kumpulan karakter, sebagai contoh ‘kegiatan1’.
 Pada praktikum kali ini ada beberapa program yang dipelajari, diantaranya program tentang pembuktian bahwa y=5x+2 menghasilkan 52, itu artinya nilai x disini adalah 10. Pada program ini kita tidak  perlu menuliskan  apapun pada hasil programnya, maksudnya untuk hasil programnya hanya akan menampilkan nilai y dan menampilkan kata ‘terbukti’. Jadi dalam membuat program ini seperti biasanya diawali dengan nama program misalkan nama programnya adalah buktikan dan diakhiri dengan titik koma, karena pada program ini nilai x adlah sama dengan 10 berarti kita menggunakan const dengan x sama dengan 10 lalu diakhiri dengan titik koma, selanjutnya kita gunakan var, var yang digunakan hanya untuk hasil y, dimana nilai y adalah real, real digunakan agar pada hasil y berbentuk decimal dan diakhiri dengan titik koma. Selanjutnya yaitu begin, pada bagian ini karena kita hanya menampilkan hasil y maka kita langsung menggunakan writeln(‘y:’,y:0:2) diakhiri titik koma, maksudnya hanya menampilkan dua angka dibelakan koma karena kita tadi pada var menggunakan real yang artinya dalam bentuk decimal. Dilanjutkan dengan writeln(‘terbukti’) untuk menampilkan kata terbukti. Dan seperti biasanya pula program harus diakhiri dengan end dan . (titik). Selain tulisan-tulisan yang telah dijelaskan sebelumnya, pada format penulisan program di atas juga terdapat tulisan “uses wincrt”. Tulisan ini menunjukkan jenis unit apa yang kita gunakan dalam membuat program. Di sini kita menggunakan unit “wincrt”. Hal ini dikarenakan agar ketikan kita pada Turbo Pascal dapat dibaca oleh program windows sehingga kita dapat dengan mudah meng-copy programnya ke Microsoft Word.
Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar seperti yang tertera di atas maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program.
          Program selanjutnya yaitu mancari selisih antara dua buah luas segitiga. Pada program ini besar kedua buah luas bangun segitiga telah diketahui. Tahap pertama sama seperti program lainnya yaitu tulis program lalu tulis judulnya dengan tanpa spasi atau menggunakan underscore, misalkan mencari_selisih_dua_segitiga dan diakhiri dengan titik koma. Selanjutnya
 kita gunakan const, karena pada program ini nilai luas segitiga satu dan dua telah diketahui, misalnya L1=20;, L2=60;, usahakan L2 lebih besar dari L1 karena untuk mencari selisih dua luas suatu bangun tidak mungkin bernilai negative. Setelah const kita gunakan pula var untuk menentukan hasil selisihnya, dimisalkan hasil selisih kita gunakan x, jadi kita tulis x:real; menggunakan real untuk menampilkan hasil dalam bentuk decimal.  Kemudian  dilanjutkan  dengan  begin,  bagian  ini  kita  masukkan rumus  untuk 
mencari  selisihnya   yaitu   x:=L1-L2; lalu tulis writeln(‘hasilnya adalah:’,x:0:2); fungsinya angka dua tersebut agar pada desimalnya memiliki dua angka dibelakang koma seperti ..,00. Dan program diakhiri dengan end..
         Program ketiga  yaitu program tentang sebuah percakapan. Dimana setiap pertanyaan telah dibuat, jadi pada saat hasil program kita hanya menuliskan jawaban dari pertanyaan yang ada pada percakapan tersebut.  Langkah pertama dengan menuliskan program dan memasukkan nama program misalkan percakapan diakhiri dengan titik koma lalu ises wincrt dikahiri lagi dengan titik koma. Dalam sebuah percakan pastinya kita akan menuliskan beberapa kalimat, maka dari itu kita menggunakan tipe data string. Setelah menulis uses wincrt selanjutnya kita gunakan var. misalkan pada percakapan ini terdiri dari 5 pertanyaan maka kita gunakan a,b,c,d,e:string; jadi a untuk kalimat pertama, b untuk kalimat kedua, c untuk kalimat ketiga, begitu pula selanjutnya, atau untuk memudahkan kita cukup dengan menuliskan a:string; mengapa kita hanya menggunakan a saja? Hal ini dikarenakan pada setiap kalimat masing-masing menggunakan tipe data string, jadi pada readln cukup menggunakan variable a. setelah itu kita langsung pada bagian begin, pada bagian ini kita gunakan write(‘halo apa kabar?’, readln(a);, begitu pula selanjutnya kita gunakan write lalu masukkan kalimat pertanyaannya dengan menggunakan readln(b) apabila var yang digunakan a,b,c,d,e, atau cukup readln(a) apabila variable yang digunakan hanya a. Terakhir tulis end diakhiri dengan titik. Terakhir setelah selesai klik run, maka hasil program akan muncul. Apabila tidak dapat di run dan muncul seperti warna hitam itu berarti ada yang salah pada program yang dibuat, maka dari itu kita dapat memeriksanya kembali dimana letak kesalahannya.
         Program terakhir yaitu pogram x. pada program ini merupakan program portal akademik mahasiswa Universitas Sriwijaya. Seperti pada program sebelumnya, kita tulis program x; lalu  dibawahnya uses wincrt yang diakhiri dengan titik koma. Pada program ini kita menggunakan variable, jadi kita tuliskan var yang terdiri dari dua tipe data, yaitu a:string, dan b:char masing-masing diakhiri dengan titik koma. String disini digunakan untuk menuliskan kalimat, seperti saat kita memasukkan user ID dan char disini digunakan untuk penulisan huruf maupun angka, karena pada program ini kita akan memasukkan password. Setelh menuliskan var, selanjutnya yaitu begin, pada bagian ini kita akan menuliskan writeln(‘PORTAL AKADEMIK UNSRI’);, writeln(‘masukkan user id;’); kita akan menggunakan readln(a); karena agar kita dapat menuliskan dalam bentuk huruf atau kalimat, setelah itu writeln(‘password:’); kita akan menggunakan readln(b); karena pada [assword kita dapat menuliskan dalam bentuk angka maupun huruf, selanjutnya tulis writeln(‘login sedang berjalan’); , writeln(silahkan tunggu 10 detik’);. Setelah semua telah ditulis, kita belum menuliskan end., program ini sedikit berbeda dengan program-program sebelumnya.
         Program x ini berbeda dengan program sebelumnya, karena setelah kita menuliskan seperti yang diatas, kita akan lanjutkan kembali dengan menuliskan begin, dibawahnya kita tuliskan clrscr; (diakhiri dengan titik koma) lalu dibawahnya kita tuliskan writeln(‘login berhasil “selamat”’); diakhiri lagi dengan titik koma lalu dibawahnya lagi kita tuliskan end tetapi bukan diakhiri dengan titik melainkan diakhiri dengan titik koma, setelah itu terakhir baru kita tuliskan end yang diakhiri dengan titik. Pada saat kita run maka akan muncul hasil program, disinilah maka akan terlihat perbedaannya. Pad program ini digunakan clrscr, ini digunakan untuk menghapus kalimat yang berada diatasnya, karena pada saat kita tekan enter kalimat diatasnya semua akan terhapus maka akan mucul hanya kalimat yang berada dibawahnya.
        Itulah keempat program yang telah dipelajari pada praktikum mengenai pengenalan Turbo Pascal kali ini. Keempat program tersebut memiliki format penulisan yang berbeda-beda tergantung dengan permintaan soal. Seperti pada program yang terakhir dimana pada program tersebut digunakannya clrscr.

VIII. Kesimpulan
1. Pascal merupakan salah satu bagian dari beberapa Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Language) yang terstruktur yang sering digunakan untuk membuat beberapa program
2. Struktur bahasa pascal secara umum yaitu judul program, bagian deklarasi, dan bagian program utama perintah-perintah.
3. Pada Pascal, terdapat berbagai macam deklarasi yang bisa kita gunakan, di antaranya yakni deklarasi tipe data, deklarasi variabel, deklarasi konstanta, deklarasi label, dan deklarasi sub-program. Masing-masing jenis deklarasi ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda.
4. Jenis-jenis identifier terdiri dari identifier umum, identifier standar (baku), dan identifier reserved word.
5. Turbo  Pascal  memiliki  beberapa  tipe  data  yang  termasuk  ke  dalam  jenis  deklarasi variabel. Tipe-tipe itu di antaranya Integer (bilangan bulat), Real (bilangan pecahan atau desimal), Char (alfabet dan tanda baca), Boolean (fungsi logika antara true atau false), String (kumpulan beberapa huruf atau karakter), dan Byte(kumpulan beberapa angka).
  
LAMPIRAN
Buatlah program mencari nilai sinus, cosinus, tangen, dalam satu program dengan menginputkan beberapa besar sudutnya.
1.      Deskripsi Program
Program ini diberi judul “Program Mencari_Nilai_Trigonometri_AdeFamalika”. Program ini diberi judul yang demikian karena program ini digunakan untuk mencari nilai sin, cos, dan tan dari sebuah sudut. Besarnya sudut ini nantinya akan diinputkan terlebih dahulu ke dalam program sehingga pada saat program dijalankan, hasil perhitungan akan muncul secara otomatis dan hasil program tersebut tidak dapat lagi diubah-ubah.
Seperti biasanya, pada program perhitungan ini digunakan unit uses wincrt. Setelah menuliskan judul program, selanjutnya kita deklarasikan data-data apa saja yang diperlukan dalam membuat program mencari nilai trigonometri ini. Dalam program ini, jenis deklarasi yang digunakan ada dua, yakni konstanta (Const) dan variabel (Var). Jenis deklarasi konstanta (Const) digunakan untuk menginputkan nilai Phi dan besarnya nilai sudut. Nilai Phi diinputkan karena nantinya nilai Phi akan digunakan dalam perhitungan. Sementara itu, besarnya sudut yang akan diinputkan dapat ditulis dengan x = 30. Di program ini, saya menggunakan sudut 30o. Selanjutnya, jenis deklarasi variabel (Var) digunakan untuk mendeklarasi sin, cos, dan tan yang diwakilkan dengan variabel a, b, dan c. Variabel-variabel ini dikelompokkan ke dalam jenis tipe data real. Hal ini dikarenakan kemungkinan besar hasil perhitungan yang diperoleh nantinya bukan berupa bilangan bulat melainkan berupa bilangan pecahan atau bilangan desimal. Setelah mendeklarasikan semua komponen yang diperlukan, hal selanjutnya yang dilakukan yakni menuliskan deskripsi perintah-perintah yang diperlukan dalam membuat program. Pada bagian deskripsi ini, kita tidak perlu lagi menuliskan “Write(……);” karena data yang diinputkan sudah dideklarasikan sebelumnya melalui deklarasi konstanta. Dengan begitu, pada saat program dijalankan, kita tidak perlu lagi menginputkan nilai pada kotak hasil program. Jadi di bagian deskripsi ini, kita hanya menuliskan rumus-rumus yang diperlukan dan tulisan “Writeln(……);” saja. Kemudian mengenai rumus, pada program ini kita tidak bisa mencari nilai sin, cos, dan tan dengan menuliskan rumus a:=sin(x);, b:=cos(x);, dan c:=tan(x);. Dalam bahasa pemrograman Turbo Pascal, rumus-rumus tersebut tidak berlaku. Untuk itu, penulisan rumus yang benar dapat dilihat pada bagian program. Setelah program selesai dibuat, kita simpan program ini dengan menggunakan nama pemrogram sebagai nama filenya. Kemudian untuk melihat hasil programnya, kita bisa klik Menu Run lalu klik sub-Menu Run. Secara otomatis akan muncul hasil programnya

2.      Flowchart
Pemrograman Pengenalan Turbo Pascal

3.      Algoritma
Judul Program
Mencari_Nilai_Trigonometri_AdeFamalika
Deklarasi
Phi:3.14
x:30
a,b,c:integer
Deskripsi
a sin(x/180*phi)
(a:0:2)
b cos(x/180*phi)
(b:0:2)
c sin(x/180*phi)/cos(x/180*phi)
(c:0:2)
End.

4.      Program
Program Mencari_Nilai_Trigonometri_AdeFamalika;
uses wincrt;
Const
Phi=3.14;
            x=30;
Var
            a,b,c,d,e,f:real;
Begin
a:=sin(x/180*Phi);
            b:=cos(x/180*Phi);
            c:=sin(x/180*Phi)/cos(x/180*Phi);
            Writeln('Sin x = ',a:0:2);
            Writeln('Cos x = ',b:0:2);
            Writeln('Tan x = ',c:0:2);
End.

5. Hasil Program
Pemrograman Pengenalan Turbo Pascal



No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat