Sunday, May 25, 2014

Analisis "indonesia waspadai krisis ekonomi"



        Apa yang dilakukan indonesia di ASEAN adalah wujud nyata dari kebijakan Luar negeri Indonesia, “Million Friend’s-Zero Enemy”. Dalam analoginya satu batang lidi akan sangat sulit untuk menyapu sampah yang berserakan, namun ketika seratus atau bahkan lebih batang lidi disatukan akan sangat mudah untuk menyapu sampah. Hal semacam ini yang coba diterapkan Indonesia. Untuk mencapai kemamuran di negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia sendiri. Indonesia perlu bantuan dari pihak lain dalam hal adalah negara yang berada pada kawasan Asia Tenggara.
            Indonesia yang bangkit dari krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998, perlu adanya teman yang membantu menopang. Dan menghindari kemungkinan adanya musuh yang akan menjatuhkan. Dalam bidang ekonomi, politik luar negeri Indonesia pun sangat bekerja aktif, sangat sepadan dengan tujuan ekonomi Indonesia. Memang tepat bila pada masa-masa sekarang, yang sebenarnya perang bukan lagi di wujudkan dalam kekerasan fisik namun ekonomi. Jadi bukan tidak mungkin bila negara-negara adidaya seperti Amerika, menyerang dalam bidang ekonomi, perlulah Indonesia teman untuk mengatasi arus ekonomi yang diberikan tersebut. Agar dapat dengan mudah diatasi.

Thursday, May 22, 2014

Laporan Praktikum Pemrograman Pernyataan Kondisi

I.          Judul Praktikum         :  Pernyataan Kondisi
II.     Tujuan Praktikum       :
1.      Mahasiswa memahami pengertian dan maksud pernyataan kondisi dalam pemrograman.
2.      Mahasiswa mengetahui macam-macam pernyataan kondisi serta kegunaannya.
3.      Mahasiswa mengetahui pembagian dari macam-macam statement, perbedaan serta kegunaannya.
4.      Mahasiswa mengetahui struktur program untuk membuat pernyataan kondisi.
5.      Mahasiswa dapat membuat program pernyataan kondisi serta dapat menjalankannya.


III.  Flowchart


V.   Program
   Program Tipe_Angka;
   Uses wincrt;
   Var
        x:integer;
  Begin
       Write('Masukan sebuah angka = '); readln(x);
  if (x>0) then
       Writeln(x,' merupakan bilangan positif')
  else
  if (x<0) then
       Writeln(x,' merupakan bilangan negatif')
  else
        Writeln('Angka yang dimasukan merupakan angka nol');
  End.

 
 

VI.   Hasil Program

  


VII.    Pembahasan
              Pada praktikum kali ini, membahas tentang pernyataan kondisi. Pernyataan kondisi bisa dikatakan sebagai suatu pernyataan yang memungkinkan pernyataan tersebut dapat dieksekusi atau dijalankan apabila kondisi yang ditentukan terpenuhi atau tidak. Dalam Turbo Pascal, terdapat beberapa jenis pernyataan kondisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses penyeleksian suatu kondisi. Program tersebut dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari hasil kondisi yang diseleksi tersebut.
Secara umum, cara penyeleksian kondisi terbagi menjadi dua, yakni statement if dan statement case. Statement if biasanya selalu berpasangan dengan kata kunci “then”. Jenis statement ini selalu diikuti oleh ekspresi atau kondisi yang nantinya akan diperiksa kebenarannya. Sementara itu, statement case biasanya digunakan untuk kondisi yang memiliki banyak kasus. Statement ini terdiri dari sebuah ekspresi dan sebuah daftar statement, di mana masing-masing statement tersebut selalu diawali dengan sebuah nilai.
Pada statement if, ada tiga jeni struktur seleksi yang dapat kita gunakan. Struktur seleksi yang pertama yakni struktur seleksi sederhana. Jenis struktur ini selalu menggunakan kata penghubung “if” dan “then” tanpa ada embel-embel tambahan lainnya. Struktur sederhana ini digunakan jika kondisi yang akan diseleksi hanya ada satu dan pasti terpenuhi. Jika kondisinya terpenuhi, maka statement yang mengikuti kata then akan segera diproses. Namun, jika ternyata kondisinya tidak terpenuhi, maka program yang dibuat tidak akan dapat dijalankan. Dalam statement if, apabila statement yang akan dilakukan hanya satu, maka kita tidak perlu menuliskan blok begin…end. Tetapi apabila statementnya lebih dari satu, maka kita perlu menuliskan blok begin…end. Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi sederhana.

Ada beberapa contoh program yang dibuat yakni program untuk menentukan apakah suatu bilangan bulat yang akan diinputkan nantinya merupakan bilangan bulat positif. Di sini, dapat kita ketahui bahwa hanya ada satu kondisi yang diharapkan yakni bilangan bulat positif. Seperti yang kita ketahui bahwa jika kita hendak menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan positif atau tidak, kita dapat menggunakan kondisi seperti ini : x > 0. Kondisi ini dipilih karena angka-angka yang nilainya lebih besar dari nol termasuk ke dalam kelompok bilangan bulat positif. Berdasarkan penjabaran sebelumnya, yang diharapkan pada program ini hanya bilangan positif saja. Maka pada program yang akan dibuat nantinya, hanya ada satu statement yang akan diproses. Jika kondisi yang diberikan tersebut benar atau terpenuhi, maka statement yang ada akan segera diseleksi. Tipe ini dipilih karena angka yang akan diinputkan nanti berupa bilangan bulat, bukan bilangan desimal atau pecahan Namun jika ternyata kondisinya tidak memenuhi, maka  tidak  akan  ada   pernyataan  yang  muncul  di  lingkungan  if-then. Langkah awal dalam membuat program ini adalah membuat judul program, lalu tuliskan uses wincrt lalu jenis deklarasi yang digunakan yakni variabel. Hal ini dikarenakan data yang diinputkan nanti sifatnya fleksible dan bebas sehingga kita tidak perlu langsung memasukkan besarnya angka pada program di atas. Pada program ini, tipe data yang digunakan yakni integer.. Selanjutnya pada bagian begin kita tuliskan write(‘masukkan sebuah anagka:’) dan kita gunakan “readln (x)” untuk memanggil variabel x agar pada saat program dijalankan, kita bisa menginputkan nilai x. Dan dilanjutkan dengan enuliskan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) itu artinya hasil program akan tampil bilangan positif apabila angka yang diinputkan pada hasil program adalah >0. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program.
            Kedua yaitu  struktur seleksi umum. Struktur ini selalu menggunakan kata penghubung “if-then” dan “else”. Struktur ini biasanya digunakan untuk menyeleksi dua  kasus.  Jadi  pada  saat  program  dijalankan,  jika  statement pertama tidak memenuhi sebuah kondisi maka statement kedua yang letaknya setelah kata else akan segera dieksekusi kembali. Pada struktur ini, baik yang bernilai benar maupun salah akan tetap dieksekusi oleh proses khusus. Namun proses khusus pada kondisi yang bernilai benar tidak akan  diproses  pada  kondisi yang bernilai salah, begitu juga sebaliknya.
Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi umum.
  If (kondisi) then
            (statement 1)
  Else
            (statement 2)
 
 Jika contoh program pada statement if-then menanyakan apakah bilangan yang akan diinputkan merupakan bilangan positif, maka pada contoh program statement if-then-else ini yang ditanyakan yaitu apakah bilangan yang akan diinputkan nantinya merupakan bilangan positif atau negatif. Jadi disini akan digunakan variable (x>0) merupakan bilangan positif dan selalin itu adalah bilangan negative. Sehingga apabila kita memasukkan angka 1 atau lebih maka merupakan bilangan positif dan sebaliknya apabila kita memasukkan angka -1 atau lebih kecil maka merupakan bilangan negative.  Format yang dibuat pada program ini yang pertama yaitu dengan menuliskn program beserta judul program dilanjutkan dengan uses wincrt yang bertujuan agar dapat dibaca oleh windows. Pada program ini digunakan variable x dengan tipe data yaitu integer, dimana ketika angka yang akan diinputkan nanti berupa bilangan bulat, bukan bilangan desimal atau pecahan. Setlah itu dilanjutkan dengan begin, yaitu dengan menuliskan write(‘masukkan sebuah angka:’) lalu readln(x) untuk memanggil variable x yang memiliki tipe data integer. Setelah itu menuliskan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) else writeln(x,’merupakan bilangan negatif’) dan semuanya diakhiri dengan titik koma. Terakhir yaitu end. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program. Misalkan kita memasukkan angka yang bernilai negative seperti dimasukkan yakni angka -3. Dan ternyata terbukti bahwa angka -3 memang merupakan bilangan negatif dan begitupun sebaliknya jika kita memasukkan angka yang bernilai positif. Angka -3 tersebut bukanlah angka mutlak, kita bisa memasukkan angka lainnya seperti angka 6, -9, -10, 33, 8, dan sebagainya. Jika kita masukkan angka lebih besar dari nol maka pernyataan yang muncul yakni bilangan positif. Tetapi jika kita masukkan angka lebih kecil dari nol maka pernyataan yang muncul yakni bilangan negatif.
  If  (kondisi 1) then
            Statement 1
  If (kondisi 2) then
            Statement 2
  Else
            Statement 3
 
 Struktur ketiga dari statement if yakni struktur seleksi bersarang (nested if). Struktur ini digunakan jika suatu statement if terdapat di dalam statement if lainnya. Pada struktur ini, kita tetap menggunakan kata penghubung if, then, dan else. Namun statement yang ada jumlahnya lebih dari dua. Berikut ini bentuk umum dari struktur seleksi bersarang. 
Program ini merupakan program unruk menentukan apakah angka yang diinputkan merupakan bilangan positif, bilangan negative atau angka nol. Pada program ini ada dua kondisi yang digunakan. Kondisi pertama yaitu x > 0 dan kondisi kedua yaitu x < 0. Kita menggunakan x > 0 untuk menentukan apakah bilangan yang diinputkan merupakan bilangan positif. Sedangkan x < 0 digunakan untuk menentukan apakah bilangan yang diinputkan merupakan bilangan negatif. Jadi angka yang diinputkan tidak termasuk ke dalam dua kondisi di atas, maka otomatis angka itu adalah nol. Jadi kita tidak perlu lagi menuliskan if (x = 0) then.
Dalam membuat program seperti ini, ada hal penting yang harus diingat. Statement “Writeln(‘…….’)” yang terletak sebelum kata else tidak boleh diberi tanda titik koma (;) di akhir penulisannya karena jika tanda titik koma ini diberikan, maka program tidak bisa dijalankan. Aturan ini sudah menjadi hal yang wajib untuk dipatuhi dalam Turbo Pascal.
Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar seperti yang tertera di atas maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program. Langkah-langkah yang harus dituliskan dalam pembuatan programnya yaitu pertama tuliskan program beserta judulnya, lalu uses wincrt, kemudian kita gunakan variable x:integer, selanjutnya pada begin kita tuliskan write(‘masukkan sebuah angka:’);readln(x); readln disini berfungsi untuk memanggil variable x yang bernilai integer. Kemudian masukkan if(x>0) then writeln(x,’merupakan bilangan positif’) dibawahnya dilanjutkan kembali else, if(x<0) then writeln(x,’merupakan bilangan negatif’) else writeln(‘angka ini adalah angka nol’). Terakhir yaitu seperti biasa dilanjutkan dengan end kemudian klik Run untuk melihat hasil programnya.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, cara penyeleksian kondisi terdiri dari statement if dan statement case. Statement if telah dijelaskan panjang lebar pada penjabaran-penjabaran di atas. Maka selanjutnya, materi yang dijelaskan yakni tentang statement case. Statement case biasanya digunakan untuk kasus yang memiliki banyak statement. Sebenarnya, program denga bentuk yang banyak statement ini bisa kita buat dengan menggunakan statement if. Tapi hasilnya akan terlihat rumit dan tidak rapi. Maka dari itu, digunakanlah statement case sebagai bentuk alternatif. Jadi meskipun statement yang diperlukan berjumlah lebih dari 5, kita tetap bisa membuat programnya dengan rapi melalui statement case.
  Case variable kondisi of
  Daftar case-label 1;statement 1;
  Daftar case-label 2;statement 2;
  Dafter case-label 3;statement 3;
  ….
  ….
  Dafter case-label n;statement n;
  End;{end dari case}
 
Berikut ini bentuk umum dari statement case.

  Program Tipe_Angka;
  Uses wincrt;
  Var
        nilai:char;
  Begin
          Write('Nilai yang diperoleh ialah '); readln(nilai);
  case upcase(nilai) of
          'A':Write('Sangat Baik');
          'B':Write('Baik');
          'C':Write('Cukup');
          'D':Write('Kurang');
          'E':Write('Sangat Kurang');
  End;
  End.

 
Contoh program yakni tentang program untuk menetukan nilai keterangan dari karakter yang diberikan. Jika kita menginputkan nilai A, maka pernyataan yang muncul adalah Sangat Baik. Jika kita menginputkan nilai B maka pernyataan yang muncul yakni Baik. Begitu juga seterusnya untuk C, D, dan E. Dibawah ini merupakan format penulisan programnya:
 Pada program di atas, kita menggunakan kata End sebanyak dua kali. Hal ini dikarenakan, kata End yang pertama digunakan untuk mengakhiri case of, sedangkan kata End yang kedua digunakan untuk mengakhiri program. Selain itu, pada program tersebut juga terlihat bahwa kita menggunakan kata “upcase”. Kita ini dituliskan jika data yang kita inputkan berupa huruf. “upcase” ini fungsinya untuk menjelaskan bahwa huruf yang kita masukan, baik dalam bentuk capital atau tidak, akan bernilai sama. Jadi meskipun pada program di atas kita menginputkan a, b, c, d, atau e, hasilnya tetap sama jika kita menginputkan A, B, C, D, atau E. Jika kita telah selesai menuliskan format dengan benar seperti yang tertera di atas maka untuk mengetahui hasilnya kita harus mengklik Menu Run lalu pilih sub-menu Run untuk menjalankan program.
            Contoh program terkahir yakni program untuk menghitung nilai akhir mahasiswa. Dalam program ini, kita diharuskan untuk menginput nilai tugas (20%), nilai kuis (20%), nilai UTS (20%), dan nilai UAS (40%). Kemudian outputnya berupa nilai huruf beserta keterangannya. Jika A maka Sangat Baik, jika B maka Baik, jika C maka Cukup, jika D maka Kurang, jika E maka Sangat Kurang, dan jika F maka Error. Langkah pertama yang harus kita lakukan yakni kita terlebih dahulu mendeklarasikan setiap variabel yang dibutuhkan. Dalam program ini, variabel yang digunakan yakni a, b, c, dan d yang mewakili nilai tugas, nilai kuis, nilai UTS, dan nilai UAS. Keempat variabel ini menggunakan tipe data integer. Kemudian kita juga menggunakan variabel x untuk mewakili nilai akhirnya. Variabel x ini menggunakan tipe data real karena besar kemungkinan hasil perhitungan nanti dalam bentuk bilangan pecahan. Setelah mendeklarasikan setiap variabel, selanjutnya kita deskripsikan perintah apa saja yang diperlukan dalam program ini. Pertama, tentu kita harus memanggil variabel a, b, c, dan d agar data-data yang diperlukan dapat diinputkan. Selanjutnya, kita tulis rumus perhitungannya lalu panggil nilai x untuk menunjukkan hasil perhitungannya.
   
VIII.     Kesimpulan
1.      Pernyataan kondisi pada turbo pascal dieksekusi atau dijalankan hanya jika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi atau tidak.
2.      Berdasarkan strukturnya, statement if terbagi ke dalam tiga jenis. Jenis pertama untuk satu kasus, jenis kedua untuk dua kasus, dan jenis ketiga untuk seleksi bersarang di mana terdapat suatu kasus di dalam kasus lainnya
3.      Statement case digunakan  untuk  melakukan pemilihan terhadap kondisi yang sangat kompleks dan tebagi menjadi dua yakni statement case-of dan statement case-of-else.
4.      Ada  dua  cara  yang dapat  digunakan dalam proses penyeleksian kondisi yaitu statement if dan statement case. Keduanya ini memiliki fungsi dan kegunaanya masing-masing.
5.      Statement if  dan statement case dalam membuat suatu program dapat  digunakan dalam satu program sekaligus apabila letak dan struktur keduanya disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.


LAMPIRAN
3.Sebuah minimarket MURAH BANGET memberikan diskon awal tahun pada pembelinya. Jika pembeli berbelanja sebesar Rp300.000 atau lebih maka pembeli mendapat diskon sebesar 20%. Jika tidak maka pembeli harus membayar sebesar total harga awal.
Buatlah program yang menghitung total pembayaran pembeli setelah diberi diskon sesuai dengan persyaratan besar belanja pelanggan tersebut. Dengan inputan berupa besar belanja sebelum diskon dan outputnya adalah total pembayarannya!!
1.   Deskripsi Program
Program ini berjudul “Program Menghitung_Total_Pembayaran;” Program ini digunakan untuk menentukan total pembayaran yang harus dibayar oleh para pembeli pada sebuah minimarket. Persyaratannya jika pembeli berbelanja dengan total harga Rp300.000 atau lebih maka pembeli akan mendapatkan diskon sebesar 20% dari harga belanjaannya, tetapi jika total belanjanya di bawah Rp300.000 maka pembeli tidak akan mendapatkan potongan harga sedikitpun. Pembeli tetap membayar sebesar total harga awal. Jadi, program ini akan menampilkan output berupa total pembayaran yang harus dibayar pembeli dengan inputnya berupa total harga belanja sebelum diskon.
Setelah menuliskan judul program dan unit yang digunakan, selanjutnya kita deklarasikan data-data apa saja yang diperlukan dalam membuat program menghitung total pembayaran ini. Dalam program ini, jenis deklarasi yang digunakan hanya variabel (Var). Hal ini dikarenakan data yang digunakan bersifat fleksible yakni dapat berubah-ubah sesuai permintaan dan dapat diinputkan pada saat program dijalankan. Beda halnya jika menggunakan deklarasi konstanta yang datanya sudah ditentukan dan harus dituliskan pada program sebelum program tersebut dijalankan.
Pada program ini, variabel yang akan dideklarasikan yaitu x dan y. x digunakan untuk mewakili total harga belanja yang akan diinputkan. Sedangkan y digunakan untuk mewakili total pembayaran setelah mendapatkan diskon sebesar 20%. Agar program dapat berjalan dengan baik, kedua variabel ini menggunakan tipe data real. Tipe data ini dipilih karena kemungkinan besar total belanja yang diinputkan serta total pembayaran setelah mendapat diskon akan berupa bilangan pecahan.
Selanjutnya menulis deskripsi perintah-perintah yang diperlukan dalam membuat program. Perintah pertama diawali dengan menginputkan total belanja sang pembeli. Agar dapat menginputkan total belanjanya, kita harus memanggil variabel x dengan cara menuliskan perintah readln (x). Lalu, kita masukkan rumus untuk mencari total pembayaran setelah mendapatkan diskon. Rumus yang digunakan yakni y = x – (20%.x).
Berhubung program yang dibuat ini berkaitan dengan pernyataan kondisi, maka kita tidak bisa langsung menuliskan Writeln(‘…’,y:0:2);. Kita harus ingat bahwa output yang diinginkan ada dua kemungkinan. Bisa berupa total pembayaran setelah diskon (y) atau juga bisa berupa total harga awal yang tidak mendapatkan diskon (x). Karena kemungkinannya ada dua, maka kita gunakan struktur if-else. Pada program ini, yang bertindak sebagai kondisi yakni jika x lebih besar atau sama dengan 300000 (ditulis dengan x >= 300000). Sedangkan yang bertindak sebagai statement pertamanya yakni total pembayaran setelah mendapatkan diskon (y). Sementara itu, yang bertindak sebagai statement keduanya adalah total harga awal yang tidak mendapatkan diskon (x). Penulisan “Writeln(‘…..’);” dapat dilihat pada bagian program.Setelah program selesai dibuat, kita simpan program ini dengan menggunakan nama pemrogram sebagai nama filenya. Kemudian untuk melihat hasil programnya, kita bisa klik Menu Run lalu klik sub-Menu Run. Secara otomatis akan muncul hasil programnya.
 4. Program
Program Menghitung_Total_Pembayaran;
Uses wincrt;
Var
     x,y:real;
Begin
     Write('Total Belanja = '); readln(x);
     y:=x-(0.2*x);
if (x>=300000) then
     Writeln('Total yang harus dibayar = ',y:0:2)
else
     Writeln('Total yang harus dibayar = ',x:0:2);
End.
 
 




5. Hasil Program






SISTEM RESPIRASI

I.       PENGERTIAN RESPIRASI
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.



 Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
*    Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
*    Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1.   Respirasi / Pernapasan Dada
·      Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
·      Tulang rusuk terangkat ke atas
·      Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2.   Respirasi / Pernapasan Perut
·      Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
·      Diafragma datar
·      Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
§  Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
§  Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
§  Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
§  Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energy.
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas:
1.   Hidung
2.   Faring
3.   Trakea
4.   Bronkus
5.   Bronkiouls
6.   paru-paru

II.      Alat – alat pernapasan pada manusia
1.   Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.Di sebelah belakang rongga hidung terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choanae.

Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
2.   Faring (Tenggorokan)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan, faring juga menyediakan ruang dengung(resonansi) untuk suara percakapan.


3.   Batang Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
4.   Pangkal Tenggorokan (laring)
Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang rawan. Laring berada diantara orofaring dan trakea, didepan lariofaring. Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. Epiglotis terletak di ujung bagian pangkal laring.
Laring diselaputi oleh membrane mukosa yang terdiri dari epitel berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getaran-getaran suara pada laring. Fungsi utama laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara.
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
5.   Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan(bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.
6.   Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan,tetapi ronga bronkus masih bersilia dan dibagian ujungnya mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap bronkiolus terminalis bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus respirasi, kemudian menjadi duktus alveolaris.Pada dinding duktus alveolaris mangandung gelembung-gelembung yang disebut alveolus.

Kapasitas Paru-Paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 ml. Volume udara tidal orang dewasa pada pernapasan biasa kira-kira 500 ml.  ketika menarik napas dalam-dalam maka volume udara yang dapat kita tarik mencapai 1500 ml.  Udara ini dinamakan udara komplementer. Ketika kita menarik napas sekuat-kuatnya, volume udara yang dapat diembuskan juga sekitar 1500 ml. Udara ini dinamakan udara suplementer. Meskipun telah mengeluarkan napas sekuat-kuatnya, tetapi masih ada sisa udara dalam paru-paru yang volumenya kira-kira 1500 mL. Udara sisa ini dinamakan udara residu. Jadi, Kapasitas paru-paru total  = kapasitas vital + volume residu =4500 ml/wanita dan 5500 ml/pria.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.

III.    Proses Pernafasan
Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Sewaktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Saat mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas. Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Jadi,  udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil.
Jenis Pernapasan berdasarkan organ yang terlibat dalam peristiwa inspirasi dan ekspirasi, orang sering menyebut pernapasan dada dan pernapasan perut. Sebenarnya pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi secara bersamaan.(1) Pernapasan dada terjadi karena kontraksi otot antar tulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar serta  tekanan udara menurun (inhalasi).Relaksasi otot antar tulang rusuk, costa menurun, volume kecil, tekanan membesar (e kshalasi). (2) Pernapasan perut terjadi karena kontraksi /relaksasi otot diafragma ( datar dan melengkung), volume rongga dada membesar , paru-paru mengembang tekanan mengecil (inhalasi).Melengkung volume rongga dada mengecil, paru-paru mengecil, tekanan besar/ekshalasi.

IV.     Organ-Organ Pernafasan Pada Manusia
1.   Hidung
Hidung terdiri dari lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung banyak memiliki kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh mukosa. Didalam hidung udara disaring dari benda-benda asing yang tidak berupa gas agar tidak masuk ke paru-paru. Selain itu udara juga disesuaikan suhunya agar sesuai dengan suhu tubuh.
2.   Faring
Faring merupakan ruang dibelakang rongga hidung, yang merupakan jalan masuknya udara dsri ronggs hidung. Pada ruang tersebut terdapat klep (epiglotis) yang bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernafasan dan makanan.
3.   Laring
Laring/pangkal batang tenggorokan / kotak suara. Laring terdiri atas tulang rawan, yaitu jakun, epiglotis, (tulang rawan penutup) dan tulang rawan trikoid (cincin stempel) yang letaknya paling bawah. Pita suara terletak di dinding laring bagian dalam.
4.   Trakhea
Trakea atau batang tenggorokan merupakan pita yang tersusun atas otot polos dan tulang rawan yang berbentuk hurup ’C’ pada jarak yang sangat teratur. Dinding trakea tersusun atas tiga lapisan jaringan epitel yang dapat menghasilkan lendir yang berguna untuk menangkap dan mengembalikan benda-benda asing ke hulu saluran pernafasan sebelum masuk ke paru-paru bersama udara penafasan.
5.   Bronkus
Merupakan cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kiri dan yang satunya menuju paru-paru kanan. Dinding bronkus terdiri atas lapisan jaringan ikat, lapisan jaringan epitel, otot polos dan cincin tulang rawan. Kedudukan bronkus yang menuju kekiri lebih mendatar dari pada ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit
6.   Bronkiolus
Bronkeolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih tipis. Bronkeolus bercabang-cabang menjadi bagian yang lebih halus.
7.   Alveolus
Saluran akhir dari saluran pernafasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Dinding aleolus sanat tipis setebal silapis sel, lembap dan berdekatan dengan kapiler- kapiler darah. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya luasnya daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas. Pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran gas-gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah, sedangkan perukaran CO2 dari sel-sel tubuh ke udara bebas terjadi.
8.   Paru-paru
Paru-paru terletak dalam rongga dada dibatasi oleh otot dada dan tulang rusuk, pada bagian bawah dibatasi oleh otot dafragma yang kuat. Paru-paru merupakan himpunana dari bronkeulus, saccus alveolaris dan alveolus. Diantara selaput dan paru-paru terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk melindungi paru-paru pada saat mengembang dan mengempis. Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan karena adanya perubahan tekana rongga dada.
Ø Paru-paru kanan
o  berlobus tiga
o  Bronkus kanan bercabang tiga
Ø Paru-paru kiri
o  berlobus dua
o  Bronkuis kiri bercabang dua
o  Posisinya lebih mendatar
Dibungkus oleh lapisanpleura yang berfungsi menghindari gesekan saat bernafas

V.     Mekanisme Pernafasan Manusia.
Pernafasan pada manusia dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
A.  Pernafasan dada
Pada pernafasan dada otot yang erperan penting adalah otot antar tulang rusuk. Otot tulang rusuk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot tulang rusuk luar yang berperan dalam mengangkat tulang-tulang rusuk dan tulang rusuk dalam yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan tulang rusuk ke posisi semula. Bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, maka tulang rusuk akan terangkat sehingga volume dada bertanbah besar. Bertambah besarnya akan menybabkan tekanan dalam rongga dada lebih kecil dari pada tekanan rongga dada luar. Karena tekanan uada kecil pada rongga dada menyebabkan aliran udara mengalir dari luar tubuh dan masuk ke dalam tubuh, proses ini disebut proses ’inspirasi’
Sedangkan pada proses espirasi terjadi apabila kontraksi dari otot dalam, tulang rusuk kembali ke posisi semuladan menyebabkan tekanan udara didalam tubuh meningkat. Sehingga udara dalam paru-paru tertekan dalam rongga dada, dan aliran udara terdorong ke luar tubuh, proses ini disebut ’espirasi’.
B.  Pernafasan perut
Pada pernafasan ini otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal itu menyebabkan volume rongga dada bertambah besar sehingga tekanan udaranya semakin kecil. Penurunan tekanan udara menyebabkan mengembangnya paru-paru, sehingga udara mengalir masuk ke paru- paru(inspirasi).
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.
Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.
Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.
Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.

VI.    Volume  Udara Pernafasan
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
Dalam keadaaan normal, kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc). Lihat skema udara pernapasan berikut ini.

VII.  Skema udara pernapasan


Udara cadangan inspirasi1500



Udara pernapasan biasa
500

kapasitas total Ü
Udara cadangan ekspirasi
1500
Þ kapasitas vital

Udara sisa (residu)
1000


Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc.
Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan.
Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut spirometer.
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.



VIII. Gas-gas dalam Udara Pernapasan
Persentase gas utama pernapasan dalam udara yang keluar masuk paru-paru :
Gas
Udara luar sebelum masuk paru-paru (%)
Udara di alveoli (%)
Udara yang keluar dari paru-paru (%)
Nitrogen (N2)
79,01
80,7
79,6
Oksigen (O2)
20,95
13,8
16,4
Karbon dioksida (CO2)
0,04
5,5
4,0
Pertukaran udara berlangsung di dalam avelous dan pembuluh darah yang mengelilinginya. Gas oksigen dan karbon dioksida akan berdifusi melalui sel-sel yang menyusun dinding avelous dan kapiler darah. Udara aveolus mengandung zat oksigen yang lebih tinggi dan karbon dioksida lebih rendah dari pada gas di dalam darah pembuluh kapiler. Oleh karena itu molekul cenderung berpindah dari konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah, maka oksigen berdifusi dari udara aveolus ke dalam darah, dan karbon dioksida akan berdifusi dari pembuluh darah ke avelous. Pengangkutan CO oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara yaitu : (1) Karbondioksida larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhydrase. (2) Karbondioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (3) Karbondioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO) melalui proses berantai pertukaran klorida.

IX.    Pertukaran O2 Dan CO2 Dalam Pernafasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Pekerja-pekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Demikian juga seseorang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak. Selanjutnya, seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang vegetarian.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang.
Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh.
Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein.
Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat diperlihat-kan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini :
Hb4 + O2 4 Hb O2oksihemoglobin) berwarna merah jernih
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfir atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi dari pada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 nya 104 mm; menuju ke jantung. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 nya 104 mm hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 nya 0 - 40 mm hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mm Hg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Dari arteri pulmonalis CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas.
Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100 mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena. Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7 cc per 100 mm3 darah.
Pengangkutan sekitar 200 mm3 C02 keluar tubuh umumnya berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
1.  02 + H20 Þ (karbonat anhidrase) H2CO3
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga mempengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam karbonat.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 Cara yakni sebagai berikut.
Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh C
2.    Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
3.    Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya adalah sebagai berikut.
CO2 + H2O Þ H2CO3 Þ H+ + HCO-3
Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.

X.     Energi Dan Pernafasan
Energi yang dihasilkan oleh proses pernapasan akan digunakan untuk membentuk molekul berenergi, yaitu ATP (Adenosin Tri Phospate). Selanjutnya,molekul ATP akan disimpan dalam sel dan merupakan sumber energy utama untuk aktivitas tubuh. ATP berasal dari perombakan senyawa organik seperti karbohidrat, protein dan lemak. Gula (glukosa) dari pemecahan karbohidrat dalam tubuh diubah terlebih dahulu menjadi senyawa fosfat yang dikatalisis oleh bantuan enzim glukokinase. Selanjutnya senyawa fosfat diubah menjadi asam piruvat dan akhirnya dibebaskan dalam bentuk HO dan CO sebagai hasil samping oksidasi tersebut. Proses respirasi sel dari bahan glukosa secara garis besar, meliputi tiga tahapan, yaitu proses glikosis, siklus Krebs, dan transfer elektron.
Pada pekerja berat atau para atlit yang beraktivitas tinggi, pembentukan energy dapat dilakukan secara anaerobic. Hal ini disebabkan bila tubuh kekurangan suplai oksigen maka akan terjadi proses perombakan asam piruvat menjadi asam laktat yang akan membentuk 2 mol ATP.
XI.    Frekuensi Pernafasan
Jumlah udara yang keluar masuk ke paru-paru setiap kali bernapas disebut sebagai frekuensi pernapasan. Pada umumnya,frekuensi pernapasan manusia setiap menitnya sebanyak 15-18 kali. Cepat atau lambatnya frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
·      Usia. Semakin bertambahnya usia seseorang akan semakin rendah frekuensi pernapasannya.Hal ini berhubungan dengan energy yang dibutuhkan.
·      Jenis kelamin. Pada umumnya pria memiliki frekuensi pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita.Kebutuhan akan oksigen serta produksi karbondioksida pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita.
·      Suhu tubuh. Semakin tinggi suhu tubuh seseorang maka aka semakin cepat frekuensi pernapasannya, hal ini  berhubungan dengan penigkatan proses metabolism yang terjadi dalam tubuh.
·      Posisi atau kedudukan tubuh. Frekuensi pernapasan ketika sedang duduk akan berbeda dibandingkan dengan ketika sedang berjongkok atatu berdiri.Hal ini berhubungan erat dengan energy yang dibutuhkan oleh organ tubuh sebagai tumpuan berat tubuh.
·      Aktivitas. Seseorang yang aktivitas fisiknya tingi seperti olahragawan akan membutuhkan lebih banyak energi daripada orang yang diamatau santai, oleh karena itu, frekuensi pernapasan orang tersebut juga lebih tinggi. Gerakan dan frekuensi pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang terdapat di otak. Selain itu, frekuensi pernapasan distimulus oleh konsentrasi karbondioksida (CO) dalam darah.

XII.  Gangguan Pada Sistem Respirasi
Sistem  pernapasan  manusia  yang  terdiri  atas  beberapa organ  dapat  mengalami  gangguan.  Gangguan  ini  biasanya berupa    kelainan  atau  penyakit.  Penyakit  atau  kelainan  yang menyerang  sistem  pernapasan  ini  dapat  menyebabkannya proses pernapasan. Berikut adalah beberapa contoh gangguan pada system pernapasan manusia.
*    Emfisema, merupakan penyakit pada paru-paru. Paru-paru  mengalami  pembengkakan  karena  pembuluh darah  nya kemasukan udara.
*    Asma, merupakan kelainan penyumbatan  saluran pernapasan  yang  disebabkan  oleh  alergi,  seperti  debu,bulu,  ataupun  rambut. Kelainan  ini  dapat  diturunkan.Kelainan  ini  juga  dapat  kambuh  jika  suhu  lingkungan.
*    Tuberkulosis  (TBC), merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan  oleh  Mycobacterium  tuberculosis.  Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Jika penyakit  ini menyerang dan dibiarkan  semakin  luas,dapat  menyebabkan  sel-sel  paru-paru  mati.  Akibatnya paru-paru  akan  kuncup  atau  mengecil.  Hal  tersebut menyebabkan  para  penderita  TBC  napasnya  sering terengah-engah.
*    Infuenza  (fu), merupakan  penyakit  yang  disebabkan oleh  virus  infuenza. Penyakit  ini  timbul dengan gejala bersin-bersin, demam, dan pilek.
*    Kanker  paru-paru.  Penyakit  ini merupakan  salah  satu paling  berbahaya.  Sel-sel  kanker  pada  paru-paru terus  tumbuh  tidak  terkendali. Penyakit  ini  lama-kelamaan dapat menyerang  seluruh  tubuh.   Salah  satu pemicu  kanker  paru-paru  adalah  kebiasaan merokok. Merokok  dapat  memicu  terjadinya  kanker  paru-paru dan kerusakan paru-paru.
*    Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Misalnya, sel mukosa membesar (disebut hipertrofi) dan kelenjar mukus bertambah banyak (disebut  hiperplasia). Dapat pula terjadi radang ringan, penyempitan saluran pernapasan akibat bertambahnya sel sel dan penumpikan lendir, dan kerusakan alveoli. Perubahan anatomi saluran pernapasan menyebabkan fungsi paru-paru terganggu.

  

Ads Inside Post

semoga bermanfaat